Sungguh Ironis Nasib 27 Peserta Pelamar PPPK di Aceh Singkil Gagal Lulus


Aceh singkil, Medianasionaljurnalis.com badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) Aceh Singkil, mengumumkan pembatalan sumber daya kelulusan 27 orang dari 114 peserta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) jabatan fungsional (JF) Teknis yang diumumkan 27 Desember 2023 lalu.
Perobahan berdasarkan pengumuman nomor: 810/82/2024, tentang revisi hasil akhir dan pembatalan kelulusan serta perubahan status penambahan nilai/afirmasi(sokongan) PPPK jabatan fungsional teknis formasi 2023 Aceh Singkil dikeluarkan Jumat, 19 Januari 2024 lalu melalui web https://bkpsdm.acehsingkilkab.go.id.
Dalam pengumuman itu disebutkan, setelah dilakukan verifikasi dan validasi ulang, terdapat beberapa peserta seleksi yang tidak memenuhi syarat untuk melamar pada formasi khusus teknis dan terdapat pula sertifikat yang diunggah pada akun sscasn tidak sesuai dengan ketentuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 650 tahun 2023.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mengumumkan revisi hasil akhir seleksi PPPK JF teknis formasi 2023, sesuai dengan hasil pengolahan nilai yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku panitia seleksi nasional (Panselnas).
Kemudian peserta PPPK JF teknis lainnya yang dinyatakan lulus melanjutkan tahapan administrasi lainnya, yakni mengisi daftar riwayat hidup dan menyampaikan kelengkapan dokumen dalam pengusulan penetapan nomor induk PPPK melalui akun masing-masing selambat-lambatnya 4 Februari 2024.
“Kepala BKPSDM Aceh Singkil Ali Hasmi, menyatakan ke-27 peserta yang sebelumnya dinyatakan lulus tersebut memperoleh nilai afirmasi, tetapi sertifikat kompetensi yang dilampirkan tidak sesuai dengan ketentuan. 
“Di dalam pengumuman disebutkan alasannya karena sertifikat atau ada yang lain tidak sesuai dengan aturan,” kata Ali Hasmi saat dihubungi beberapa awak media, Minggu 21 Januari 2024.
Dikatakan, sesuai hasil pemeriksaan BKPSDM dan konsultasi dengan instansi terkait, yaitu BKN Pusat, Kemenpan RB dan Kemendagri Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan.
Seperti terdapat 2 orang pelamar pada formasi khusus. Tetapi setelah diperiksa 1 orang tidak pernah menjadi honorer dan diduga surat yang dilampirkan terindikasi tidak benar dan 1 orang tidak bisa menunjukkan bukti SK sudah menjadi honorer 2 tahun dan patut diduga surat keterangan yang di unggah tidak memberikan keterangan yg benar.
Sehingga di batalkan, terhadap formasi teknis pekerja sosial yang dilampirkan tidak sesuai dengan formasi yang dilamar sehingga sertifikat nya dibatalkan.
“Terhadap sertifikat pemadam kebakaran sesuai dengan Kepmenpan RB nomor 650/2023 dan hasil konsultasi dan koordinasi dengan instansi terkait, menyatakan bahwa sertifikat pemadam wajib terigestrasi di Bina Adminwil Kemendagri,” ucapnya.
“Namun bila tidak teregistrasi maka tidak dapat menambah nilai afirmasi untuk seleksi PPPK formasi 2023.”
Dia mengatakan hanya pelamar yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi, yang dapat diusulkan untuk memperoleh NIP PPPK dan SK pengangkatan PPPK. Meski sudah diumumkan kata Ali hasmi, tetapi jika di kemudian hari ditemukan bukti baru yang bersifat tidak valid, maka bisa dibatalkan.
Sebelumnya diberitakan, para PPPK Aceh Singkil, formasi Teknis Pemadam Kebakaran 2023 mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) kabupaten aceh singkil, Senin, 8 Januari 2024.
Mereka mendesak dan menuntut agar pemberkasan pengusulan nomor induk PPPK jabatan fungsional segera dilakukan, kemudian diangkat sebagai petugas pemadam kebakaran, sesuai hasil pengumuman dikeluarkan beberapa waktu lalu. 
Para PPPK meminta hasil akhir rekrutmen PPPK yang dikeluarkan BKN Republik Indonesia pada 27 Desember 2023 tidak diganggu gugat, karena itu merupakan keputusan mutlak dari BKN.”penutup”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *