Blog  

Drs. Azmi, M.A.P. Potret Pemimpin Harapan Masyarakat Aceh Singkil, Akan di Gaet Nasdem Poros Tengah Kemenangan


Aceh Singkil. Medianasionaljurnalis. Com.Kematangan Drs. Azmi dalam pengelolaan Birokrasi dan keberpihakannya pada Masyarakat Aceh SINGKIL hingga sejumlah masyarakat mendesaknya untuk segera mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Singkil yang defenitif.
Program program kerakyatan yang terus dibangun seperti penguatan tanaman pangan rakyat. Pemberdayaan masyarakat kampong sesuai kapasitasnya. Hubungan sinergitas antar Forkopimda mengokohkan persatuan dan kesatuan hingga Azmi dikenal sebagai sahabat semua SUKU.
“Membangun Aceh Singkil, harusnya secara utuh dan menyeluruh. Tiap tiap pimpinan tentunya mempunyai Visi untuk ikut serta membangun daerah Aceh Singkil.” Ucap Azmi yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Bupati Aceh Singkil.”
Sejumlah para Politisi dan pengamat Politik memprediksi Drs. AZMI akan berpasangan dengan Tokoh Penting dari Kader TERBAIK Partai Nasdem Aceh Singkil. Pasangan Azmi-Warman diprediksi berbagai pihak akan berhasil meraih hati nurani rakyat. Pasangan serasi ini diprediksi sebagai Poros tengah keberpihakan Komunitas masyarakat adat dan masyarakat DAS di kabupaten Aceh Singkil.
Nama-nama sosok dan tokoh yang mulai bermunculan. Bakal calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil, kini mulai ramai diperbincangkan di tengah masyarakat di tengah bersenambungan akan datangnya pesta demokrasi (Pemilu) 2024,
Masyarakat Aceh Singkil juga mulai membahas figur Kandidat Bupati Aceh Singkil yang diprediksi bakal maju. Setidaknya ada tiga nama yang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat saat ini, yakni H. Safriadi Manik atau disapa Oyon. Dia dikabarkan bakal menggandeng H. Hamzah Sulaiman yang kini masih aktif sebagai Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh. Kemudian mantan Bupati Aceh Singkil periode 2017-2022, Dulmusrid.


Anton tinendung Aktivis Aceh Singkil-Subulusaalam menjelaskan “posisi para Kandidat dan peluang potret pemimpin Masa depan Aceh Singkil terbuka lebar. Namun pasangan POROS TENGAH yaitu pasangan Azmi-Warman menjadi pasangan yang paling berpeluang besar didukung sejumlah pihak termasuk para stakholder yang telah ditata untuk keberpihakan membangun Aceh Singkil. Kursi Partai Nasdem yang berpeluang sebagai Ketua DPRK Aceh Singkil secara otomatis menguatkan Posisi pasangan Azmi-Warman.
“Dia Dulmusrid juga dikabarkan akan menggandeng Al Hidayat yang saat ini masih aktif sebagai anggota DPRK Aceh Singkil sebagai wakilnya, yang terakhir adalah sosok Pj Bupati Aceh Singkil Drs. Azmi yang Kabarnya, beliau bakal didampingi oleh Warman yang baru-baru ini juga maju dalam pemilihan calon legislatif (caleg) DPRK dari dapil empat Partai Nasdem.
Tetapi dari ketiga bakal calon itu belum diketahui akan maju menggunakan kendaraan partai atau melalui jalur independen. Jika jalur partai, maka semua berdasarkan kepada kursi yang ada di DPR Syarat ambang batas pencalonan kepala daerah dalam Pasal 40 ayat (1) UU no 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota (UU Pilkada) menyebutkan, ambang batas pencalonan kepala daerah sedikitnya 20 persen jumlah kursi DPR atau 15 persen akumulasi suara SAH pemilihan anggota DPR. Dalam hal ini peluang H. Safriadi Oyon untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2024-2029 pada Agustus mendatang terbuka lebar. Dikerenakan Partai Nanggroe Aceh (PNA) meraih satu kursi dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tiga kursi pada Pileg 14 Februari. Bila mengacu pada perolehan kursi periode 2019-2024, Golkar unggul di 6 kursi namun dari hasil hitung cepat Pileg 14 Februari 2024 lalu, terlihat perolehan kursi Golkar turun drastis di angka tiga kursi dan harus meninggalkan singgasananya sebagai ketua DPRK.
Berbeda lagi dengan Nasdem yang pada Pileg 2019 hanya bisa menduduki kursi wakil ketua 1 dengan perolehan tiga kursi, pada Pileg kali ini mereka sukses naik di angka empat kursi dan berpeluang menjejaki kursi sebagai ketua DPRK. Partai Hanura yang sebelumnya hanya puas dengan satu kursi pada Pileg 2019, kini di tangan sosok milenial Hidayat Riadi Manik mampu memposisikan diri pada wakil ketua 1 dengan perolehan tiga kursi pada Pileg 14 Februari lalu. Selanjutnya, peluang wakil ketua 2 akan diduduki Partai Gerindra dengan perolehan tiga kursi yang sebelumnya pada Pileg 2014 hanya mendapat dua kursi saja ”Jelas Anton Tinensung Aktivis Aceh Singkil-Subulussalam tersebut. ///*M.yantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *