Ketua SWI Bener Meriah Jenguk Korban Pemukulan di RSUD Datu Beru Aceh Tengah

Aceh Tengah,MNJ.NEWS.COM.

24 Agustus 2026Ketua DPD Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Bener Meriah, Adis Atim Rohmansah, menjenguk masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang sedang menjalani perawatan di RSUD Datu Beru, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan Adis Atim Rohmansah terhadap kondisi korban yang sebelumnya menjadi korban pemukulan.

Dalam kesempatan itu, Adis turut berbincang dengan pihak keluarga korban untuk mengetahui perkembangan kondisi korban selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga artikel beritanya  Sinergitas TNI Polri Dalam Mewujudkan Kamtibmas Di Wilayah

Orang tua korban menceritakan, sebelum anaknya dibawa ke rumah sakit, korban sempat mengalami kondisi mual dan ingin muntah setelah kejadian pemukulan tersebut.

Mendengar kondisi tersebut, Ketua SWI Bener Meriah mengaku prihatin dan berharap korban segera mendapatkan penanganan medis yang baik serta tidak mengalami cedera serius akibat kejadian yang dialaminya.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa anak ini.

Baca juga artikel beritanya  Cegah Gangguan Kamtib dan Narkoba, Rutan Bener Meriah Gelar Penggeledahan Gabungan dan Tes Urine 40 Orang

Apalagi menurut keterangan orang tua, sebelum dibawa ke rumah sakit anaknya sempat mual dan mau muntah.

Kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi gegar otak atau cedera serius lainnya,” ujar Adis.

Ia juga berharap korban segera pulih dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Adis menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial insan pers.

Ia berharap persoalan yang terjadi dapat ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan seluruh pihak dapat menahan diri.

Baca juga artikel beritanya  Satuan Lalulintas Polres Bener Meriah Sosialisasi Pengenalan Rambu-LaluLintas untuk Anak-Anak Sejak Usia Dini

“Kita serahkan penanganannya kepada pihak yang berwenang. Yang paling penting saat ini adalah memastikan kondisi korban mendapatkan perhatian dan perawatan yang maksimal,” pungkasnya.

Catatan: Dugaan gegar otak dalam berita ini masih sebatas kekhawatiran/harapan dari pihak yang menjenguk, bukan diagnosis medis. Kondisi korban sepenuhnya menunggu hasil pemeriksaan dokter.

( Tim Redaksi MNJ.NEWS.COM.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *