ACEH TENGAH Mnj.com
Satlantas Polres Aceh Tengah terus mengintensifkan edukasi dan penertiban untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas melalui Operasi Patuh Seulawah 2026. Memasuki hari keempat, Kamis (29/10/2026), petugas mencatat 90 teguran tertulis serta menyebarkan 602 leaflet dan 203 stiker berisi pesan keselamatan.
Operasi yang dimulai pukul 09.10 WIB itu menyasar sejumlah titik, yakni Jalan Lebe Kader, Jalan Sengeda, Desa Mongal, Jalan Yos Sudarso, serta Jalan Takengon–Bireuen kawasan Paya Tumpi.
Sebanyak 16 personel Satlantas dikerahkan dengan dukungan dua personel Sipropam dan dua personel Subdenpom Takengon–Aceh Tengah. Kegiatan meliputi patroli, pengaturan lalu lintas, penindakan pelanggaran, serta lima kegiatan pembinaan dan penyuluhan di terminal, pasar, dan pusat aktivitas masyarakat.
Edukasi juga dilakukan melalui dialog keselamatan bersama pengemudi ojek, kurir, dan angkutan, disertai imbauan penggunaan helm berstandar SNI, larangan melawan arus, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta pentingnya keselamatan anak saat berkendara.
Operasi ini menyasar 10 jenis pelanggaran prioritas, mulai dari penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI dan sabuk keselamatan, melawan arus, hingga berkendara melebihi batas kecepatan.
Termasuk pula pengendara di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, penggunaan TNKB tidak sesuai ketentuan, knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta kendaraan dengan muatan atau dimensi berlebih (ODOL).
Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Rerit Oktafiandi, S.Tr.K., S.I.K., CPHR., mengatakan Operasi Patuh Seulawah tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan guna membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan bertanggung jawab saat berkendara.
Operasi Patuh Seulawah 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, secara serentak di seluruh wilayah Aceh.
Satlantas Polres Aceh Tengah mengajak masyarakat menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan dan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Kepatuhan terhadap aturan bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan langkah nyata melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.
Polres Aceh Tengah Melayani dengan HATI (Humanis, Amanah, Tegas, Inspiratif).
Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat.













