Blog  

Habis Gelap Terbitlah Terang,Pemkab Aceh Singkil Kawal 3T Jadi Prioritas Program Listrik Desa Dan Sekolah


MNJ.Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke wilayah pelosok dan daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T). Upaya tersebut dilakukan dengan mengawal sejumlah usulan pembangunan infrastruktur kelistrikan dalam agenda Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Provinsi Aceh.

Kegiatan sinkronisasi tersebut berlangsung di Kantor PLN Aceh pada 8–9 Oktober 2026 dan diikuti perwakilan dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Mewakili Bupati Aceh Singkil Syafriadi Oyon, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh Singkil Syam’un Nasution hadir langsung untuk memastikan berbagai kebutuhan kelistrikan di daerah tersebut masuk dalam pembahasan program.

Syam’un mengatakan, Pemkab Aceh Singkil telah menyampaikan sejumlah usulan strategis yang diharapkan dapat direalisasikan dalam periode program 2026–2027.

Baca juga artikel beritanya  Program Unggulan Pasangan JADI menambah semangat para Pendukung di Samaturu

“Alhamdulillah, usulan dari Pemkab Aceh Singkil sudah kita sampaikan secara resmi dalam forum ini. Dinas Perhubungan akan terus mengawal dan mendukung penuh keberlanjutan program baik ini,” ujar Syam’un di Banda Aceh.

Adapun usulan yang disampaikan mencakup perluasan jaringan listrik, pembangunan mini grid, penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) individu lengkap dengan baterai, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut Syam’un, kebutuhan listrik di Aceh Singkil tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah warga. Akses energi juga menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan publik, khususnya pendidikan di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Baca juga artikel beritanya  Bakrianto ,S.Sos Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung Copi Moning ke SMAN 6 Sijunjung.

Karena itu, sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T menjadi salah satu fokus dalam usulan program tersebut.

“Program ini difokuskan untuk menyasar sekolah-sekolah di wilayah 3T yang selama ini belum teraliri listrik atau belum memiliki meteran sendiri. Ini penting untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar,” jelasnya.

Pemkab Aceh Singkil berharap program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses dasar.

Syam’un menuturkan, Bupati Aceh Singkil juga mendorong agar sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian ESDM dan PLN terus diperkuat sehingga kebutuhan masyarakat terhadap akses listrik dapat ditangani secara bertahap.

Baca juga artikel beritanya  Aksi Kejar dan penembakan, Polisi Berhasil Ringkus Pengedar yang membawa Shabu 6Kg

“Harapan Bapak Bupati, makin banyak masyarakat di pelosok Aceh Singkil yang merasakan manfaat dari program listrik desa ini,” pungkas Syam’un.

Forum Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan Provinsi Aceh tersebut turut dihadiri Direktur dari Kementerian ESDM beserta jajaran, pimpinan PLN Aceh, Pimpinan UP3 PLN Subulussalam, serta para manajer unit PLN Aceh Singkil.

Melalui pengawalan usulan tersebut, Pemkab Aceh Singkil berharap pembangunan jaringan dan fasilitas kelistrikan tidak hanya menyentuh kawasan permukiman, tetapi juga fasilitas pendidikan dan masyarakat di wilayah yang selama ini belum menikmati akses listrik secara memadai. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *