Wujud Dakwah Bil Hal: Mahasiswa Manajemen Dakwah Gelar Aksi Sosial “Gerak Berkah” di Kawasan Malioboro

Sleman, Yogyakarta  Mnj.com

Sebagai wujud aktualisasi dakwah bil hal (dakwah melalui aksi nyata), mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyelenggarakan aksi filantropi bertajuk “Gerak Berkah”.

Mengangkat tema “Berbagi Kasih, Menebar Berkah: Dakwah Nyata di Tengah Masyarakat”, inisiatif kemanusiaan ini dirancang untuk menebarkan keberkahan sekaligus meringankan beban masyarakat pekerja sektor informal di pusat Kota Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan implementasi tugas proyek terstruktur berbasis luaran (Outcome-Based Education) pada mata kuliah Manajemen Event Organizer yang diampu oleh dosen pengembang keilmuan, Aris Risdiana, S.Sos.I., M.M. Melalui program ini, ruang perkuliahan dikonversi menjadi laboratorium sosial lapangan guna mengasah kepekaan kemanusiaan sekaligus menguji kematangan manajerial mahasiswa.

Baca juga artikel beritanya  Optimis sabet akreditasi Unggul, Prodi Magister KPI siap menindaklanjuti catatan Asesor

Penggalangan dana (fundraising) dan donasi publik dibuka secara daring mulai tanggal 30 September hingga 9 Oktober 2026.

Seluruh dana infaq yang terhimpun dialokasikan sepenuhnya menjadi paket makanan dan minuman bergizi. Puncak kegiatan penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 11 Oktober 2026, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, menyasar langsung para pengemudi becak, kusir andong, pedagang asongan, serta pekerja harian di sepanjang kawasan pedestrian Jalan Malioboro.

Baca juga artikel beritanya  “Warna Ceria dari Demangan: Anak-Anak Belajar Cinta Lingkungan Lewat Demangku Colour Fest 2025”

Dosen pengampu mata kuliah Manajemen Event Organizer, Aris Risdiana, S.Sos.I., M.M., menegaskan bahwa dakwah kontemporer membutuhkan transformasi metodologis yang kontekstual dan solutif di hadapan masyarakat.

“Tantangan pegiat dakwah hari ini adalah menghadirkan pesan kebaikan yang dirasakan secara konkret. Melalui simulasi dan eksekusi proyek Gerak Berkah, mahasiswa dilatih tidak hanya menguasai teori tata kelola acara di atas kertas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial (social awareness) yang tinggi terhadap dinamika lingkungan sekitar,” ungkap Aris.

Lebih lanjut, pihak pengelola program studi Munif Solikhan, MPA berharap agenda ini menjadi pemantik lahirnya terobosan konsep kegiatan keagamaan yang adaptif di masa depan.

Baca juga artikel beritanya  Safari Ramadan di Jogja, Kapolri: Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Ulama, dan Masyarakat

Mahasiswa diharapkan semakin matang dalam merumuskan event-event sosial yang kreatif, memiliki presisi dalam mendesain acara yang relevan dengan kebutuhan riil audiens (need-based event design), serta tanggap terhadap problematika sosial-ekonomi umat.

Bagi masyarakat, civitas akademika, dan para donatur yang ingin berpartisipasi menyalurkan kepedulian atau memperoleh informasi terkait program ini, transparansi dan pembaruan kegiatan dapat dipantau langsung melalui kanal media sosial resmi panitia pelaksana di Instagram. (Salwa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *