Banda Aceh MNJ.COM
Peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi panggilan bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam membangun masa depan Indonesia.
Semangat persatuan, keberanian, dan cita-cita para pemuda 1928 harus terus hidup melalui karya, inovasi, kewirausahaan, serta perjuangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Semangat inilah yang sejalan dengan visi GAMIES (Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera) Provinsi Aceh, di bawah kepemimpinan Adhifatra Agussalim, yang mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi dan sosial.
Menurut semangat perjuangan GAMIES, tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sebatas mempertahankan persatuan, tetapi juga bagaimana membangun kemandirian ekonomi, memperkuat UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), serta mengoptimalkan potensi ekonomi syariah yang menjadi kekuatan penting masyarakat Aceh.
“Jika pemuda tahun 1928 berjuang menyatukan bangsa, maka pemuda hari ini harus berjuang membangun kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Persatuan harus melahirkan karya, semangat harus menghasilkan inovasi, dan perjuangan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” Rabu (28/10/2026).
Bagi GAMIES Aceh, pemuda bukan hanya simbol masa depan, melainkan kekuatan strategis yang dapat menggerakkan perubahan. Dengan semangat kolaborasi, generasi muda diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, memperluas akses ekonomi masyarakat, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
Adhifatra Agussalim Ketua DPW GAMIES Provinsi Aceh menempatkan semangat kebangsaan sebagai landasan penting dalam mendorong generasi muda untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Nilai persatuan yang diwariskan para pendahulu perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, dan peningkatan daya saing generasi muda Aceh.
“Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, semangat Sumpah Pemuda juga harus menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersinergi.
Pemuda Aceh memiliki peluang besar untuk tampil sebagai penggerak ekonomi daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya, kearifan lokal, dan prinsip ekonomi syariah.”, tambahnya.
Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai slogan tahunan. Ia harus menjadi energi yang menggerakkan generasi muda untuk berani bermimpi, berani berusaha, berani berinovasi, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan bangsa.
Melalui GAMIES Provinsi Aceh, semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi gerakan kolaboratif yang mempertemukan idealisme pemuda dengan aksi nyata demi Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
“Karena pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang lantang berbicara tentang masa depan, tetapi mereka yang mulai bekerja hari ini untuk mewujudkannya.”, tutupnya.













