Breaking News
‎LAHIR DARI KESERHANAAN: KISAH INSPIRATIF PUTRA TAPANULI MENGGURATKAN PRESTASI DI LANAL LHOKSEUMAWE ‎ ‎PARGOMGOM SAMUDORA ‎ ‎Belawan – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, Latar belakang keluarga yang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita dan mengukir pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Kolonel Laut (P) Akhbar Faisal Harahap, S.E., M.Tr.Opsla., M.M., CTMP., putra Tapanuli, membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, ketekunan, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan seseorang menapaki perjalanan karier hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe. Jumat (09/10/2026) ‎ ‎Perjalanan pengabdiannya menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang keluarga, melainkan juga oleh kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan menjalankan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab. Berbekal nilai-nilai tersebut, ia meniti perjalanan di lingkungan TNI Angkatan Laut dengan menghadapi berbagai tantangan dan dinamika penugasan yang membentuk karakter, kepemimpinan, serta profesionalismenya sebagai seorang perwira. ‎ ‎Kini, amanah sebagai Komandan Lanal Lhokseumawe menjadi tanggung jawab besar dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut, khususnya menjaga keamanan wilayah perairan, mendukung penegakan hukum di laut sesuai kewenangan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat maritim. Kepemimpinan yang profesional, tegas, dan humanis diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan satuan sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. ‎ ‎Kisah Kolonel Laut (P) Akhbar Faisal Harahap menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya putra-putri Tapanuli dan Sumatera Utara, bahwa latar belakang sederhana bukanlah batas untuk menggapai cita-cita. Dari Tapanuli, ia menapaki jalan pengabdian hingga dipercaya memimpin Lanal Lhokseumawe. Putra Tapanuli, menembus ombak, mengabdi untuk samudra Nusantara—sebuah perjalanan yang menegaskan bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang jabatan yang diraih, tetapi juga tentang tanggung jawab dan pengabdian bagi bangsa dan negara. (Dispen Kodaeral I) PELINDO Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026 Ketua DPD SWI Bener Meriah Desak Bupati Segera Copot Reje Ujung Gele: Uang Negara Dikembalikan, Jabatan Harus Dievaluasi Ketua DPD SWI Bener Meriah Apresiasi Kinerja Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pante Raya, Siswa Kesulitan Membaca Berhasil Dibimbing Menetapkan Target ZISWAF: Berbasis Data dan Sinergi Kelembagaan

Ketua DPD SWI Bener Meriah Desak Bupati Segera Copot Reje Ujung Gele: Uang Negara Dikembalikan, Jabatan Harus Dievaluasi

ACEH,BENER MERIAH

BENER MERIAH.MNJ.NEWS.COM.

Kamis (8/10/2026),Ketua DPD Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Bener Meriah, Adis Atim Rohmansah, meminta Bupati Bener Meriah segera mengambil langkah tegas terhadap Reje Kampung Ujung Gele nonaktif, Rahmandi, menyusul persoalan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Dana Desa yang menjadi sorotan masyarakat.

Adis menilai, pemerintah daerah perlu segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat Kampung Ujung Gele yang meminta agar reje nonaktif tersebut diberhentikan dari jabatannya dan digantikan dengan pemimpin baru sesuai mekanisme serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan resmi telah membuktikan adanya pelanggaran dan pengembalian kerugian keuangan negara telah dilakukan, hal tersebut tidak serta-merta menghapus kewajiban untuk menindaklanjuti persoalan administratif maupun hukum sesuai aturan.

Baca juga artikel beritanya  Wakapolda Aceh Tekankan Pentingnya Kesehatan dan Integritas Personel

“Bupati Bener Meriah harus segera menyikapi aspirasi masyarakat Ujung Gele. Jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan resmi telah terbukti adanya pelanggaran, pemerintah daerah harus mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Adis.

Ia juga menekankan bahwa jabatan reje kampung merupakan amanah masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan integritas.

Karena itu, setiap persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa harus ditangani secara serius demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan kampung.

Pengembalian Uang Negara Bukan Akhir Persoalan

Baca juga artikel beritanya  *TNI-Polri, Damkar, dan Masyarakat Bersatu Padamkan Kebakaran Kios di Kota Meureudu.

Adis menyampaikan bahwa pengembalian uang yang disebut sebagai kerugian negara tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan seluruh hasil pemeriksaan ditindaklanjuti, termasuk menentukan langkah administratif terhadap jabatan reje kampung berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Pengembalian uang negara bukan berarti seluruh persoalan otomatis selesai. Harus ada kejelasan mengenai hasil pemeriksaan, pertanggungjawaban, dan tindakan yang akan diambil pemerintah daerah.

Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan aturan,” ujarnya.

Masyarakat Berhak Mendapatkan Pemimpin yang Berintegritas

Lebih lanjut, Ketua DPD SWI Bener Meriah tersebut mendukung aspirasi masyarakat Kampung Ujung Gele yang telah menyampaikan surat permohonan pemberhentian reje nonaktif kepada Bupati Bener Meriah pada Kamis (8/10/2026).

Baca juga artikel beritanya  Sosialisasi Hak dan Kewajiban Serta Wirausaha Bagi ASN Kota Langsa Dalam Menghadapi Masa Purna Bakti.

Ia berharap Bupati segera memberikan respons resmi dan mengambil keputusan berdasarkan hasil pemeriksaan serta ketentuan hukum yang berlaku.

Adis juga mengingatkan bahwa pengelolaan Dana Desa harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Harapan masyarakat Ujung Gele sederhana: mereka ingin pemerintahan kampung yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

Karena itu, kami meminta Bupati Bener Meriah segera mengevaluasi dan menuntaskan persoalan ini sesuai aturan, agar masyarakat memperoleh kepastian dan dapat kembali fokus pada pembangunan kampung,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *