BOGOR  

Anggaran Rp761,8 Juta Dialokasikan untuk Rekonstruksi Jembatan Desa Bojong, Kades Ade Nurdiana: Pastikan Berkualitas dan Tahan Lama

MNJ.COM BOGOR,12/10/2026

Pemerintah Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mengalokasikan anggaran sebesar Rp761.830.000 untuk kegiatan rekonstruksi jembatan desa yang berlokasi di Kampung Bojong, RT 008/RW 004. Pembangunan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Kabupaten Bogor, termasuk pajak.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan kegiatan, rekonstruksi jembatan tersebut memiliki volume panjang 6 meter dan lebar 5 meter, dengan waktu pelaksanaan selama 65 hari. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) bersama masyarakat setempat.

Kepala Desa Bojong, Ade Nurdiana, S.KM., menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan kualitas konstruksi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Infrastruktur jembatan merupakan salah satu sarana penting yang menunjang mobilitas warga serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat desa.

Baca juga artikel beritanya  Silaturahmi ke Rumah Kepala Desa Cikutamahi Disambut Hangat dan Penuh Kekeluargaan

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga perlu memperhatikan mutu material, ketepatan spesifikasi teknis, serta pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat digunakan dengan baik sesuai peruntukannya,” demikian penekanan yang disampaikan dalam keterangan terkait pembangunan tersebut.

Diharapkan Memperlancar Aktivitas Masyarakat
Keberadaan jembatan yang memadai diharapkan dapat menunjang kelancaran mobilitas warga Kampung Bojong, khususnya dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Infrastruktur yang baik juga menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

Baca juga artikel beritanya  Dugaan Skandal Samisade Desa Sukaharja Masuk Meja Jaksa, LSM KCBI: Usut Sampai Tuntas!

Selain memperhatikan kualitas konstruksi, keterlibatan TPK dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat mendorong partisipasi warga dalam pembangunan desa.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat fasilitas umum setelah pembangunan selesai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Transparansi Anggaran dan Pengawasan Pekerjaan
Dengan nilai anggaran mencapai Rp761.830.000, pelaksanaan rekonstruksi jembatan ini diharapkan berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kesesuaian antara volume pekerjaan, spesifikasi teknis, penggunaan material, dan realisasi anggaran menjadi aspek penting dalam pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari keuangan pemerintah.

Baca juga artikel beritanya  Dugaan Penipuan Rp170 Juta Seret Sekdes Selawangi, LSM KCBI Minta PWI hingga Aparat Penegak Hukum Bertindak Tegas

Pengawasan selama proses pekerjaan juga diperlukan untuk memastikan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, hasil pembangunan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat secara optimal.

Pemerintah Desa Bojong diharapkan terus mengedepankan prinsip keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan pembangunan, termasuk perkembangan pekerjaan dan hasil akhirnya.

Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, masyarakat berharap akses transportasi di wilayah Kampung Bojong semakin baik serta dapat mendukung aktivitas warga dalam jangka panjang.

(Bogor Jenab/Edo NasionalJurnalis.com melaporkan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *