BELAWAN.MNJ.NEWS.COM.
Jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I kembali menunjukkan kesigapan dan profesionalismenya dalam menjaga keselamatan jiwa di laut, disampaikan laporan resmi mengenai keberhasilan operasi penyelamatan dan evakuasi terhadap tiga anak buah kapal (ABK) nelayan tradisional KM. El Rayyan yang mengalami musibah tabrakan dengan kapal ikan asing di perairan Selat Malaka. Mako Kodaeral I, Belawan. Selasa (14/10/2026)
Insiden bermula ketika kapal nelayan asal Desa Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang, tersebut mengalami kerusakan mesin di perbatasan perairan Indonesia-Malaysia sebelum akhirnya ditabrak oleh kapal ikan tuna berbendera Taiwan, MV. Ching Kuo Yu Fa Hao, hingga tenggelam. Merespons cepat laporan darurat yang diterima Posal Pantai Labu dan diteruskan melalui Komando Atas, unsur patroli Kodaeral I yakni KRI Torani-860 langsung digerakkan untuk melaksanakan operasi Search and Rescue (SAR).
Di tengah tantangan cuaca, arus laut yang kencang, serta kondisi _sea state_ II yang menyulitkan proses _ship-to-ship,_ Komandan KRI Torani-860 mengambil langkah taktis dengan mengerahkan peran sekoci untuk menjemput para korban langsung dari kapal asing tersebut. Berkat koordinasi yang matang dan keterampilan prajurit di lapangan, ketiga korban yang masing-masing berinisial RS (40) selaku nakhoda, serta RM (19) dan S (43) sebagai ABK, berhasil dipindahkan ke atas geladak KRI Torani-860 dengan selamat.
Setelah seluruh korban onboard dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan intensif di ruang medis KRI Torani-860, unsur patroli TNI AL tersebut langsung bertolak menuju pangkalan dan sandar dengan aman di Dermaga Mako Kodaeral I Belawan. Seluruh rangkaian proses evakuasi yang berjalan aman, lancar, dan terkendali ini menegaskan komitmen nyata Kodaeral I dalam memberikan perlindungan optimal serta respons cepat terhadap setiap insiden kecelakaan laut di wilayah kerja perairan Sumatera Utara dan sekitarnya.
(Dispen Kodaeral I) ( Redaksi Julhadi )













