nasionaljurnalis.com, Kolaka – Masyarakat Kolaka keluhkan kelangkaan semen tiga roda yang menghambat pembangunan, hal itu diutarakan salah satu warga Kolaka Aris (42) saat dijumpai media “kita tidak bisami membangun karena kelilingmi kita cari di toko bahkan sampai ke gudang, tapi semen tetap kosong” tuturnya,sabtu 7/11/26.
Setelah Media melakukan penelusuran terhadap kasus ini dan berdasarkan informasi awal yang diperoleh, terdapat dugaan praktik monopoli dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan dan penempatan sandar kapal di wilayah kerja Pelabuhan Kelas III Kolaka.
Dugaan tersebut berkaitan dengan adanya aktivitas pengaturan atau penentuan prioritas sandar kapal yang disinyalir tidak sepenuhnya mengacu pada mekanisme dan urutan line up (daftar antrean kapal) yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, diduga terdapat keterlibatan oknum petugas Syahbandar Kolaka yang melakukan koordinasi tidak sesuai prosedur dengan pihak perusahaan keagenan kapal tertentu, sehingga memungkinkan adanya kapal-kapal tertentu memperoleh prioritas atau kemudahan untuk melakukan kegiatan sandar, sementara kapal lainnya yang telah masuk dalam daftar line up berpotensi mengalami penundaan atau penggeseran jadwal sandar.
Kondisi tersebut menimbulkan indikasmi adanya praktik kongkalikong antara oknum petugas dengan pihak keagenan kapal dalam pengaturan jadwal dan prioritas sandar, yang apabila terbukti dapat mengarah pada penyalahgunaan kewenangan, persaingan usaha tidak sehat, serta ketidakadilan dalam pemberian pelayanan jasa kepelabuhanan.
Apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan pelayaran maupun keagenan kapal lainnya, menghambat efektivitas arus keluar-masuk kapal, serta menurunkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan di Pelabuhan Kelas III Kolaka.
Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan pendalaman dan verifikasi terhadap dokumen line up, laporan kedatangan kapal, waktu persetujuan sandar, realisasi kegiatan tambat, serta pola komunikasi dan koordinasi antara petugas Syahbandar dengan masing-masing perusahaan keagenan guna memastikan ada atau tidaknya penyimpangan prosedur maupun penyalahgunaan kewenangan dalam pelayanan sandar kapal.
Fakta dan kondisi di Pelabuhan saat dikunjungi, kapal yang memuat semen masih berlabuh belum juga bersandar untuk dilakukan pembongkaran. Semetara kapal yang memuat pupuk terus melakukan pembongkaran, kuat dugaan ada oknum diluar kewenangan Syahbandar bertindak semena-mena mengatur persoalan kapal yang masuk.
sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari kepala syahbandar Kolaka yang kebanyakan Dinas Luar.
Muh. Ali



