Blog  

M.Najur, Pengawas Pembina Sebagai Mata Perpanjangan Tangan Disdikbud Aceh Selatan


Aceh Selatan ,MNJ. M. Najur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan, menyebut Pengawas Pembina sebagai mata dan perpanjangan tangan dinas dalam memantau kondisi satuan pendidikan di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan M. Najur dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama Pengawas Pembina pada Disdikbud Aceh Selatan di ruang Pengawas Disdikbud Aceh Selatan, Selasa, 29 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kabid Pembinaan SMP Debi Sunandar, Kabid Pembinaan SD T. Rismarjon, Kabid Pembinaan Ketenagaan Fitria Sastri, serta Fungsional Perencana Yulizar Arbi.

“Bapak dan Ibu Pengawas Pembina adalah mata dan telinganya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Seatan,” kata M. Najur di Tapak Tuan. 

Ia menyampaikan sedikitnya empat hal yang perlu menjadi perhatian para pengawas, yakni absensi presensi, Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), Tim Penjamin Mutu Pendidikan Daerah (TPMPD), serta penggunaan e-Rapor.

Terkait absensi, Najur mengatakan sistem presensi digital saat ini telah digunakan oleh sebagian SMP di Aceh Selatan. Ke depan, pengawas diminta meminta rekapitulasi absensi tersebut untuk diteruskan kepada Kabid Pembinaan Ketenagaan serta Kabid Pembinaan SMP atau SD.

Baca juga artikel beritanya  Di Penghujung Tahun 2023 Pemkab Sijunjung Kembali Mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya dari Kementrian PPPA RI.

“Tujuannya agar kita dapat melihat tingkat kedisiplinan guru, baik kehadiran maupun dalam melaksanakan proses pembelajaran di satuan pendidikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Najur menekankan KSP sebagai dokumen yang wajib dimiliki seluruh satuan pendidikan, khususnya jenjang SD dan SMP.

Ia meminta para pengawas memastikan sekolah memiliki dokumen KSP sekaligus mengintegrasikan sejumlah materi penting di dalamnya, seperti pendidikan antinarkoba, anti-perundungan, antikorupsi, serta kesiapsiagaan bencana.

“Dalam dokumen tersebut harus mengintegrasikan materi tentang antinarkoba, anti-perundungan, antikorupsi, dan materi kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Mengenai TPMPD, Najur mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan dan kinerja tim tersebut. Ia berharap TPMPD nantinya dapat menghasilkan laporan serta capaian yang konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Selatan.

Baca juga artikel beritanya  Mengungkap Kasus Ekstasi dan Ganja Oleh Satresnarkoba Gayo Lues

“Kita akan mengevaluasi tim ini agar ada laporan dan capaian yang berkenaan dengan pola serta trik bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Selatan,” jelasnya.

Sementara terkait penggunaan e-Rapor, Najur meminta para pengawas terlebih dahulu mempelajari petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

“Apakah memang sudah diwajibkan untuk kita menggunakan e-Rapor. Jika memang sudah diwajibkan, saya harapkan ini bisa kita lanjutkan. Mudah-mudahan semua sekolah bisa menggunakan e-Rapor,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, para Pengawas Pembina juga menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan kepada Kepala Disdikbud Aceh Selatan.

Kusmaniar berharap Disdikbud menerbitkan edaran yang mengatur jadwal jam masuk dan pulang sekolah agar terdapat keseragaman di seluruh satuan pendidikan.

Menurutnya, saat ini terdapat perbedaan waktu pulang antarsekolah. Ada sekolah yang sudah memulangkan siswa sekitar pukul 11.00 WIB, sementara sekolah lainnya baru selesai sekitar pukul 12.30 WIB.

Ia juga mengusulkan agar Disdikbud Aceh Selatan menyusun Kalender Pendidikan Kabupaten Aceh Selatan sebagai pedoman bersama.

Baca juga artikel beritanya  Upacara Hari Pahlawwan dan Tabur Bunga Memperingati Hari Pahlawan di Sijunjung

Sementara itu, Muhasbaili meminta Disdikbud lebih memperhatikan kondisi para pengawas, khususnya terkait sarana dan prasarana. Ia mengusulkan agar tersedia ruang kerja yang lebih luas, mengingat kondisi ruangan pengawas saat ini dinilai sempit. Selain itu, ia juga meminta penyediaan pendingin ruangan serta kendaraan dinas roda dua bagi pengawas.

“Kalau bisa ada ruangan yang lebih besar, karena di ruangan ini kami bersempit-sempitan. Pendingin ruangan juga kami butuhkan. Kalau bisa, satu pengawas satu sepeda motor dinas,” harapnya.

Sedangkan Pengawas TK, Nur Sadri, meminta adanya penambahan tenaga pengawas TK di Aceh Selatan.

Menurutnya, saat ini hanya terdapat tiga Pengawas TK yang harus mengawasi sebanyak 133 TK yang tersebar di Kabupaten Aceh Selatan.

Ia berharap kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga pengawasan terhadap satuan pendidikan jenjang TK dapat dilakukan secara lebih optimal.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *