Blog  

Aroma Penyimpangan Menguat, Revitalisasi SMP Rahmatul Ibad Aceh Selatan Diduga Tak Sesuai Spesifikasi


Aceh Selatan, MNJ. Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Rahmatul Ibad, Desa ladang rimba, Kecamatan trumon tengah, Kabupaten aceh selatan, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, kini menuai sorotan publik.

Proyek bernilai Rp 1.832.400.000. tersebut. dan diduga tidak sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pelaksana proyek tercatat Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Rahmatul Ibad desa ladang rimba , dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 30 April 2026 hingga 28 Oktober 2026.

Baca juga artikel beritanya  Kacabdin Pendidikan Wilayah V Sumbar Drs. Rahmad, MM Dukung Lomba Menulis Esay Tingkat SLTA dan MA Se Kabupaten Sijunjung

Namun, hasil pantauan tim media di lapangan menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan penyimpangan pekerjaan. Secara kasat mata, kualitas beberapa bagian bangunan dinilai belum mencerminkan standar mutu revitalisasi sekolah, baik dari aspek material maupun hasil akhir pengerjaan.

Sejumlah sumber di sekitar lokasi proyek menyebutkan bahwa material bangunan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Apabila dugaan tersebut terbukti, proyek ini berpotensi melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah serta membuka peluang terjadinya kerugian keuangan negara.

Baca juga artikel beritanya  Isu Dugaan  Siapakah Aktor Dibalik Program titipan Wifi ,

“Kalau dilihat sepintas memang baru, tapi kualitasnya diragukan. Ini sekolah, tempat anak-anak belajar, seharusnya dikerjakan dengan mutu terbaik,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Minimnya keterbukaan informasi di lapangan dan sulitnya untuk dikonfirmasi hal ini lah menimbulkan kecurigaan , serta belum adanya penjelasan resmi dari pihak teknis proyek, semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan, baik dari konsultan pengawas maupun instansi pengendali teknis lainnya.

Baca juga artikel beritanya  TVGN Tuntaskan Penilaian Geopark Ranah Minang Silokek

Publik pun mendesak Inspektorat Daerah serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh Kegiatan revitalisasi pembangunan sekolah di aceh selatan guna memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar sesuai peruntukannya.[]

“Hingga berita ini diterbitkan . Selasa.6 Oktober 2026.pihak pimpinan sekolah tidak bisa dikonfirmasi ataupun melalui Whatsapp yang telah diblokir.dari hasil pantauan dilapangan dilihat para pekerja tidak menggunakan alat keselamatan kerja atau pelindung diri.APD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *