Blog  

Andri Lestari Lolos 50 Besar Bimtek Penulisan Budaya Lokal 2026.”Menatap Singkil Lewat Tungkut

Aceh Singkil, MNJ.Andri Lestari, S.Pd.I. menjadi salah satu dari 50 peserta yang dinyatakan lolos seleksi Bimbingan Teknis (Bimtek) Kep penulisan Konten Budaya Lokal Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil.

Berdasarkan Berita Acara Nomor 000.4.14/12/2026, tertanggal 5 November 2026, Tim Seleksi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil telah menetapkan 50 peserta yang lolos dari total 82 pendaftar dan naskah yang masuk serta memenuhi persyaratan administrasi dan seleksi naskah.

Dalam daftar peserta yang dinyatakan lolos, Andri Lestari tercatat pada urutan ke-29 dengan judul naskah “Menatap Singkil Lewat Tungkuk, Mengecap Budaya Lewat Rasa.”

Baca juga artikel beritanya  Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Bapak Syofian Hendri ,S.Pdi.M.M Hadiri Acara Sosisalisasi Program Beragan Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA ) di SMAN 4 Sijunjung

Bagi Andri, terpilih menjadi salah satu peserta merupakan kebanggaan sekaligus pengalaman baru dalam perjalanan kepenulisannya. Selama ini, ia mengaku lebih banyak berkutat dengan dunia penulisan fiksi dan novel. Karena itu, kesempatan mengikuti kegiatan tersebut menjadi tantangan berharga untuk mengeksplorasi kekayaan budaya lokal Aceh Singkil melalui karya tulis.

“Alhamdulillah, sebuah langkah kecil menuju perjalanan yang lebih bermakna. Terpilih menjadi salah satu dari 50 peserta dari 82 pendaftar tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya,” ungkap Andri.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil selaku penyelenggara kegiatan. Dirinya juga mengaku tidak sabar untuk mengikuti tahapan selanjutnya dan membaca buku antologi budaya lokal Aceh Singkil yang nantinya menjadi bagian dari karya bersama para peserta.

Baca juga artikel beritanya  Kasat Binmas Polres Sijunjung AKP Yuliza Herman, SH Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan

Menurutnya, kesempatan tersebut bukan sekadar ruang untuk menghasilkan tulisan, melainkan juga menjadi sarana memperkenalkan, merawat, dan mengabadikan kekayaan budaya daerah melalui aksara.

Dalam naskah yang diangkatnya, Andri memilih subtema kuliner khas Aceh Singkil. Baginya, kuliner bukan hanya berbicara tentang makanan dan cita rasa, tetapi juga menyimpan cerita, tradisi, sejarah, serta identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia berharap karya sederhana yang ditulisnya dapat menjadi jendela pengetahuan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal dan memahami kekayaan budaya Singkil.

Baca juga artikel beritanya  Maraknya Peredaran Obat Terlarang Type G dengan Transaksi Terbuka Di Wilkum Polsek Cibeber

“Budaya yang dituliskan akan lebih mudah dikenang, dan tradisi yang diabadikan akan memiliki kesempatan lebih panjang untuk diwariskan,” tuturnya.

Melalui kegiatan Bimtek Penulisan Konten Budaya Lokal Tahun 2026 ini, diharapkan lahir karya-karya yang tidak hanya memperkaya literasi daerah, tetapi juga menjadi dokumentasi penting bagi pelestarian sejarah, tradisi, kuliner, seni, dan identitas masyarakat Kabupaten Aceh Singkil.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para penulis lokal untuk berkontribusi dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *