Takengon.Nasionaljurnalis Com.
Polres Aceh Tengah bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya foto seorang bayi sakit di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Langkah sigap tersebut merupakan wujud kehadiran negara melalui Polri dalam memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana alam.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Rabu (31/12/2025) Kapolres Aceh Tengah memberangkatkan Tim Medis Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama personel Keslap BKO Brimob Polda Aceh menuju Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang.
Tim diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap bayi yang fotonya sempat tersebar di media sosial dan media online.
Perjalanan menuju kampung tersebut penuh tantangan. Tim harus menempuh jalur ekstrem menggunakan sepeda motor trail hingga titik terakhir yang masih dapat dilalui kendaraan. Medan berlumpur, terjal, serta tertutup material longsor membuat perjalanan yang seharusnya singkat berubah menjadi perjuangan panjang selama kurang lebih 14 jam.
Kondisi cuaca yang tidak menentu semakin memperberat perjalanan. Meski demikian, semangat dan dedikasi personel tidak surut demi memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat di wilayah terisolir pascabencana.
Setibanya di Kampung Atu Payung, tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap bayi berinisial RJ (5 bulan). Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, bayi tersebut dinyatakan dalam kondisi stabil dan sehat.
Dari keterangan orang tua, diketahui bahwa saat foto diambil, bayi sedang mengalami cacar air (varicella). Orang tua mengoleskan air sirih sebagai pengobatan tradisional, sehingga kulit bayi tampak kemerahan dan menimbulkan kekhawatiran relawan serta masyarakat.
Selain memeriksa bayi dan memberi obat, tim medis Polri juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tiga kampung, yakni Kampung Jamur Koyel, Atu Payung, dan Serule. Berbagai keluhan warga ditangani, antara lain hipertensi, sakit kepala, gangguan lambung, diare, flu, asma, alergi, gatal-gatal, asam urat, hingga penanganan pasien stroke dengan luka tekan (decubitus).
Tim medis juga mendata dua anak yang terindikasi stunting, masing-masing satu anak di Kampung Atu Payung dan satu anak di Kampung Serule, untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari seluruh pihak terkait.
Kapolres Aceh Tengah menyampaikan bahwa meskipun sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi berada di pengungsian, sejumlah kebutuhan dasar masyarakat masih belum terpenuhi. Akses jalan menuju wilayah terdampak bencana masih terbatas, sementara jaringan listrik dan komunikasi belum sepenuhnya pulih.
Kondisi tersebut menyulitkan proses pelaporan dan penanganan apabila terjadi keadaan darurat, sehingga diperlukan percepatan pemulihan akses serta koordinasi lintas sektor.
Kehadiran layanan kesehatan dari Polri disambut haru oleh masyarakat Kampung Atu Payung, Jamur Koyel, dan Serule. Sejumlah warga bahkan meneteskan air mata karena merasa terbantu dengan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin secara gratis.

Selama ini, warga kesulitan menjangkau puskesmas maupun rumah sakit akibat akses jalan yang rusak dan tertutup longsor pascabencana.
Reje Kampung Atu Payung, M. Ali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Aceh Tengah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Polri, khususnya Polres Aceh Tengah. Kami berharap bapak-bapak sering menjenguk kami, karena kondisi kampung kami masih terisolir. Akses jalan sangat sulit, jaringan komunikasi terbatas, dan kami juga masih membutuhkan bantuan logistik,” ujarnya.













