Sekayu nasional jounalis– Kondisi kualitas pembangunan jalan setapak di RT 09 Kelurahan Serasan Jaya dan samping TK tarbiyah Sekayu – Kondisi kualitas pembangunan jalan setapak di RT 09 Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi perhatian warga. Pasalnya, meski baru dibangun beberapa bulan lalu, jalan tersebut terlihat tergenang air di sejumlah titik dan dikhawatirkan berdampak pada daya tahan bangunan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air tampak memenuhi permukaan jalan setapak, terutama setelah hujan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terhadap mutu konstruksi jalan yang dinilai belum optimal, baik dari sisi kontur maupun sistem drainase.
Salah seorang warga yang melintas, Iwan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, genangan air yang sering terjadi berpotensi mempercepat kerusakan jalan.
“Jalan ini baru dibangun, tapi sudah sering tergenang air. Kami khawatir bangunannya cepat rusak atau amblas kalau terus seperti ini,” ujarnya kepada media, Minggu (19/1/2026).
Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran yang tidak sedikit, sehingga masyarakat berharap hasilnya memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai kontur jalan yang tidak rata serta minimnya saluran pembuangan air menjadi penyebab utama terjadinya genangan. Warga berharap pemerintah setempat dapat melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas infrastruktur sesuai dengan standar yang diharapkan.
Sementara itu, Ketua Seksi Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Musi Banyuasin, Heryawan, turut menyoroti sejumlah proyek infrastruktur di Kecamatan Sekayu, termasuk pembangunan jalan setapak tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek yang dibiayai anggaran publik seharusnya mengutamakan kualitas dan ketahanan bangunan.
“Jika baru beberapa bulan sudah menunjukkan kerusakan atau genangan, tentu ini perlu dievaluasi. Jalan seharusnya mampu bertahan bertahun-tahun,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti keluhan ini melalui pengecekan lapangan, evaluasi teknis, serta perbaikan yang diperlukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi perhatian warga. Pasalnya, meski baru dibangun beberapa bulan lalu, jalan tersebut terlihat tergenang air di sejumlah titik dan dikhawatirkan berdampak pada daya tahan bangunan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air tampak memenuhi permukaan jalan setapak, terutama setelah hujan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terhadap mutu konstruksi jalan yang dinilai belum optimal, baik dari sisi kontur maupun sistem drainase.
Salah seorang warga yang melintas, Iwan, mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, genangan air yang sering terjadi berpotensi mempercepat kerusakan jalan.
“Jalan ini baru dibangun, tapi sudah sering tergenang air. Kami khawatir bangunannya cepat rusak atau amblas kalau terus seperti ini,” ujarnya kepada media, Minggu (19/1/2026).
Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran yang tidak sedikit, sehingga masyarakat berharap hasilnya memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai kontur jalan yang tidak rata serta minimnya saluran pembuangan air menjadi penyebab utama terjadinya genangan. Warga berharap pemerintah setempat dapat melakukan evaluasi dan perbaikan agar kualitas infrastruktur sesuai dengan standar yang diharapkan.
Sementara itu, Ketua Seksi Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Musi Banyuasin, Heryawan, turut menyoroti sejumlah proyek infrastruktur di Kecamatan Sekayu, termasuk pembangunan jalan setapak tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek yang dibiayai anggaran publik seharusnya mengutamakan kualitas dan ketahanan bangunan.
“Jika baru beberapa bulan sudah menunjukkan kerusakan atau genangan, tentu ini perlu dievaluasi. Jalan seharusnya mampu bertahan bertahun-tahun,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti keluhan ini melalui pengecekan lapangan, evaluasi teknis, serta perbaikan yang diperlukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.



