Sapa Warga Binaan dengan Hati, Rutan Labuhan Deli Kedepankan Pendekatan Humanis

Labuhan Deli.Nasionaljurnalis.Com.

Suasana di Rutan Kelas I Labuhan Deli kini terasa lebih hangat. Di bawah arahan Karutan Eddy Junaedi, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Warisman Sihotang, turun langsung menyapa para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan cara yang berbeda.30/01/2026

Bukan sekadar pengawasan ketat, Warisman memilih untuk masuk ke blok-blok hunian dan berdialog santai dengan para penghuni rutan. Langkah ini diambil untuk memastikan rutan tetap aman, tertib, namun tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Baca juga artikel beritanya  Unit Jatanras Polda Sumut Berhasil Meringkus Residivis Pencuri Rumah Kosong.

Dalam obrolan tatap muka tersebut, Warisman menyelipkan pesan-pesan penting mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab. Ia mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga rumah mereka agar tetap kondusif.

“Kami di sini tidak hanya menjaga gerbang dan jeruji, tapi juga membina manusia. Dengan komunikasi yang baik, warga binaan akan merasa lebih dihargai dan paham akan tanggung jawabnya selama menjalani masa pidana,” ungkap Karutan Eddy Junaedi melalui Ka.KPR

Baca juga artikel beritanya  Polres Tapsel Gagalkan Peredaran 3 Kg Sabu di Gunung Tua

Melalui Warisman, Eddy juga menegaskan bahwa paradigma penjara yang menyeramkan sudah mulai ditinggalkan. Rutan Labuhan Deli kini berkomitmen pada prinsip Pemasyarakatan yang Berorientasi Pembinaan. Artinya, petugas hadir sebagai pembimbing, bukan sekadar pemberi sanksi.

Kedekatan humanis dilakukan ini untuk meminimalisir konflik dan menciptakan rasa saling percaya antara petugas dan warga binaan.

Baca juga artikel beritanya  Rutan Labuhan Deli Kembali Lakukan Pemindahan Narapidana, Untuk Terus berupaya Tangani over Kapasitas.

Para warga binaan pun menyambut positif langkah ini. Mereka merasa lebih didengar dan diapresiasi, sehingga suasana di dalam rutan menjadi jauh lebih tenang dan jauh dari kesan mencekam.

Langkah humanis juga merupakan wujud nyata dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menciptakan institusi yang profesional, berintegritas, dan tetap memanusiakan manusia.

( JUlHADI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *