Progres Pembangunan Jembatan Gantung Burni Bius Capai 50,6 Persen, TNI dan Warga Gotong Royong

Aceh Tengah  Nasionaljurnalis.com

Pembangunan jembatan gantung di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Selasa (17/02/2026) sore, progres pembangunan telah mencapai 50,6 persen.

Koordinator lapangan, Serka Rosidin, menyampaikan bahwa jembatan gantung yang menghubungkan Desa Burni Bius dengan Dusun Gantung Langit itu memiliki panjang 75 meter dan dibangun dengan dukungan material dari TNI AD.

Baca juga artikel beritanya  Media Pilargayo Dipermalukan, Desak BK DPRK Aceh Tengah Hukum Anggota Dewan yang Intimidatif

“Pekerjaan hari ini difokuskan pada pemasangan besi di pondasi titik B1 serta pelangsiran besi ke titik B1 menggunakan seling,” ujar Serka Rosidin dalam laporannya.

Pembangunan jembatan tersebut melibatkan 22 personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah di bawah pimpinan Serka Rosidin, 20 personel dari Yon TP 854/DK dipimpin Letda Ckm Ismail Saleh, serta lima orang masyarakat setempat yang turut bergotong royong membantu proses pengerjaan.

Baca juga artikel beritanya  Jumat Curhat, Polres Aceh Tengah Hadir Membawa Harapan dan Memberi Solusi untuk Warga Paya Kolak Celala

Secara teknis, jembatan gantung ini berada pada ruas jalan Desa Burni Bius – Dusun Gantung Langit dan ditargetkan rampung pada Februari 2026.

Untuk agenda pekerjaan besok, tim akan melanjutkan pemasangan tiang besi di titik B1 serta melakukan perapian pondasi A dan B guna memperkuat struktur dasar jembatan.

Baca juga artikel beritanya  Serka Baharudin Komsos Bersama Masyarakat Desa Pepalang, Monitoring

Meski demikian, terdapat kendala di lapangan. Kendaraan pengangkut material tidak dapat menjangkau langsung lokasi pembangunan jembatan. Material harus dilangsir menggunakan kendaraan roda dua serta metode manual, sehingga membutuhkan tenaga dan waktu ekstra.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *