Aceh Singkil. MNJ. baru baru ini Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh mengungkapkan, pihaknya mulai masuk proses pengawasan pelaksanaan anggaran untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Ia mengatakan, pengawasan ini sudah mulai berjalan dengan memantau pemanfaatan anggaran pembangunan gedung kopdes merah putih yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto tak lebih dari Rp 1,5 miliar. Informasi dikutip halaman pertama terbitan.Kamis, CNBC Indonesia. (16/7/26). saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta,”Kata ateh
Dari pantauan awak media dilapangan saat ditanya salah satu masyarakat Aceh Singkil Kita Sebut Inisial A Yang tidak mau disebut identitasnya Yang berada disalah Satu Kede Kopi.Kecamatan Suro makmur, proses pengawasan anggaran pembangunan gedung Kopdes, pihak BPKP harus melakukan audit pembangunan kopdes.dengan alasan tidak adanya Keterbukaan Informasi Publik Salah Satunya Tidak adanya Jumlah Anggaran Negara di Papan Proyek Padahal itu harusnya ada Menurut aturan yang berlaku berapapun Jumlah Anggaran Tersebut harus diketahui Publik
Lanjut.”Kami sebagai masyarakat lemah Sangat mendukung Program Bapak Presiden RI. Prabowo Subianto. Siapapun pelaksana pekerja Kopdes kami sangat mendukung program pemerintah demi untuk tujuan kebutuhan masyarakat trutama diaceh Singkil. ” Tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan modal sebesar Rp 3 miliar yang dialokasikan untuk setiap Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur koperasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional.Dana tersebut berasal dari skema pinjaman pemerintah kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau bank-bank BUMN. Menurut Purbaya, besaran modal itu sudah semestinya mampu mengakomodasi pembangunan fasilitas koperasi sekaligus menunjang aktivitas operasionalnya.
Ia menilai anggaran Rp 3 miliar merupakan jumlah yang besar untuk mendirikan sebuah gerai koperasi sehingga tidak seharusnya seluruh dana habis digunakan hanya untuk pembangunan fisik.[]



