Blog  

Pasokan Dijatah, Harga Ayam di Aceh Singkil Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram


Aceh Singkil, MNJ. Harga daging ayam broiler di Pasar Harian Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, melonjak menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini dipicu terbatasnya pasokan ayam yang diterima pedagang.

Dalam sepekan terakhir, harga ayam potong naik Rp10 ribu dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Lae Butar, Selfiyana, mengatakan pasokan dari perusahaan penyedia kini dibatasi. Kondisi itu membuat jumlah ayam yang diterima pedagang jauh berkurang dibandingkan biasanya.

“Biasanya kami memesan 1.000 ekor per hari, sekarang hanya dijatah 200 ekor. Satu mobil cuma boleh 200 ekor, biasanya satu mobil seribu,” kata Selfi yang akrab disapa Yana, kepada wartawan Jumat 21 Agustus 2026.

Baca juga artikel beritanya  Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Aceh Tengah Gelar Bakti Sosial Di Masjid

Menurut Yana, terbatasnya pasokan bukan karena ayam tidak tersedia sama sekali. Namun, sebagian ayam yang berada di sejumlah kandang masih berukuran kecil sehingga belum siap dipanen.

Kondisi tersebut ikut meningkatkan biaya operasional pedagang. Pasalnya, biaya pengangkutan tetap harus dibayar meski jumlah ayam yang dikirim jauh lebih sedikit.

“Dengan ayam 200 ekor itu ongkosnya pun sama, jadi otomatis naik modalnya,” ujarnya.

Yana mengatakan dirinya memperoleh ayam secara langsung dari perusahaan penyedia dengan mengambil delivery order (DO). Sementara sebagian pedagang ayam lainnya di pasar mendapatkan pasokan melalui agen.

Terbatasnya pasokan membuat stok ayam di Pasar Lae Butar semakin menipis. Bahkan, sehari sebelumnya, Yana mengaku menjadi satu-satunya pedagang yang masih memiliki stok ayam, sementara sejumlah pedagang lainnya tidak mendapatkan pasokan.

Baca juga artikel beritanya  Menantu Presiden RI, Bobby Nasution Masuk Bursa Cagub Sumut"

Perusahaan penyedia ayam tersebut berasal dari Banda Aceh dengan kandang yang tersebar di sejumlah daerah, antara lain Singkil, Subulussalam dan Sidikalang.

“Kami diarahkan ke mana ada stok ayam di kandang terdekat, itulah yang dikirim kepada kami,” katanya.

Di tengah pasokan yang terbatas, permintaan ayam di pasar justru masih tinggi. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, daging ayam juga banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha makanan yang menjadikan ayam sebagai bahan baku utama.

Baca juga artikel beritanya  Dua Jenazah Korban KKB Berhasil Dievakuasi ke RSUD Dekai, Ops Damai Cartenz Tegaskan Proses Identifikasi dan Pengejaran Terus Berjalan

Salah seorang pedagang bakso tahu, Eka, mengaku terpaksa mengurangi jumlah produksinya karena harga ayam yang semakin mahal.

“Ayam mahal, terpaksa saya kurangi,” kata Eka.

Menurutnya, kenaikan harga ayam membuat biaya produksi meningkat. Namun, harga jual makanan tidak mudah dinaikkan karena dikhawatirkan menurunkan daya beli konsumen.

Kenaikan harga ayam pun kini tidak hanya dirasakan konsumen rumah tangga, tetapi mulai menekan pelaku usaha kecil yang bergantung pada daging ayam sebagai bahan baku.

Para pedagang berharap pasokan ayam kembali normal sehingga harga dapat turun dan aktivitas perdagangan kembali berjalan seperti biasa.

Foto: Harga daging ayam potong melonjak di Aceh Singkil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *