FORKAB Bener Meriah Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Perdamaian Aceh

Bener Meriah | Mnj.com

Pengurus Forum Komunikasi Anak Bangsa (FORKAB) Kabupaten Bener Meriah mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bener Meriah khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya untuk bersama-sama menjaga persatuan, kesatuan, serta tali persaudaraan dan silaturahmi antar sesama.

Imbauan tersebut disampaikan Suhaidi, yang akrab disapa Buyung, pengurus FORKAB Kabupaten Bener Meriah.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, terutama berita atau konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Baca juga artikel beritanya  Wujudkan Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat, Babinsa Aktif Komsos Bersama Elemen Masyarakat.

“Mari kita bersama-sama tetap menjaga persatuan dan kesatuan, tali persaudaraan dan silaturahmi antar sesama. Jangan mudah terprovokasi oleh berita-berita di media sosial yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa,” ujar Suhaidi.

Menurutnya, perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade merupakan modal penting untuk terus membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga artikel beritanya  GMNI Desak Pencopotan Direktur RSUD Muyang Kute dalam Aksi di DPRK Bener Meriah

Karena itu, FORKAB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, damai dan kondusif, serta mengedepankan persaudaraan dalam menyikapi setiap persoalan.

“Mari kita bersama-sama tetap menjaga perdamaian Aceh yang sudah berlangsung selama 21 tahun, agar proses pembangunan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat yang ada di Aceh dapat terwujud,” tambahnya.

Suhaidi berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, melakukan klarifikasi terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak ikut menyebarkan konten yang dapat memicu konflik.

Baca juga artikel beritanya  Puluhan Prajurit Kodim 0119/BM, Ikuti Latihan Menembak Senjata Ringan Semester I Tahun 2025

Ia juga menyampaikan bahwa menjaga perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Aceh.

“Semoga persatuan, persaudaraan dan perdamaian di Aceh terus terjaga demi masa depan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Suhaidi.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *