Pulihkan Kepercayaan Muzaki, Baitul Mal Harus Pastikan Zakat Tepat Sasaran dan Dirasakan Manfaatnya

BENER MERIAH MNJ.COM

Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam pengelolaan zakat. Karena itu, Badan Baitul Mal Kabupaten (BMK) dituntut tidak hanya mampu menghimpun zakat, tetapi juga memastikan zakat dikelola secara amanah, disalurkan tepat sasaran, serta manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

Hal tersebut disampaikan H. Winnur Wajda, S.E., M.M., Anggota Badan Baitul Mal Kabupaten, dalam pandangan pribadinya mengenai pentingnya mengembalikan dan memperkuat kepercayaan muzaki terhadap lembaga pengelola zakat.

Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban seorang Muslim kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang sangat besar dalam membantu fakir miskin, mendukung pendidikan, kesehatan, kegiatan keagamaan, penanganan bencana, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ketika seseorang menyerahkan zakat kepada sebuah lembaga, yang dititipkan bukan hanya uang, tetapi juga kepercayaan dan amanah,” ujarnya.

Baca juga artikel beritanya  Diduga Keracunan Makanan, Santriwati Pesantren Al Manar Bener Meriah

Ia menilai kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui ajakan atau imbauan.

Kepercayaan harus dibuktikan melalui pengelolaan yang transparan, pendataan mustahik yang baik, verifikasi penerima, serta penyaluran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Baitul Mal selama ini telah menyalurkan zakat kepada fakir, miskin dan asnaf lainnya melalui berbagai program, termasuk bantuan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, kegiatan keagamaan, bantuan kebencanaan serta pemberdayaan ekonomi.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan yang harus terus diperbaiki.
“Masih ada mustahik yang membutuhkan perhatian.

Masih ada masyarakat yang belum mengetahui secara utuh apa saja yang telah dikerjakan Baitul Mal. Dan masih ada muzaki yang belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai ke mana zakat mereka disalurkan,” katanya.

Baca juga artikel beritanya  Penyampaian Visi - Misi Calon Bupati dan wakil Bupati Pasangan ERA Di Gedung DPRK

Zakat Harus Mendorong Kemandirian

H. Winnur Wajda menegaskan bahwa zakat seharusnya tidak berhenti sebagai bantuan sesaat.

Dalam kondisi tertentu, zakat dapat diarahkan untuk membantu mustahik menuju kemandirian, seperti melalui modal usaha bagi pedagang kecil, dukungan bagi petani, biaya pendidikan anak dari keluarga kurang mampu, bantuan kesehatan, maupun bantuan pemulihan bagi korban bencana.

“Harapan kita sederhana, hari ini menerima zakat, esok mampu mandiri, dan suatu saat nanti menjadi muzaki,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan zakat bukan hanya dilihat dari jumlah zakat yang berhasil dihimpun, tetapi dari perubahan kehidupan penerima manfaat.

Kritik dan Keraguan Harus Menjadi Evaluasi

Ia juga memahami apabila masih terdapat masyarakat yang memilih menyalurkan zakat secara langsung kepada orang yang mereka kenal.

Baca juga artikel beritanya  Fadli Pemuda Asal Takengon, Maju Sebagai Caleg DPR-RI Dari Partai Gerindra

Sebagian masyarakat, kata dia, juga masih mempertanyakan sejauh mana manfaat zakat yang dikelola melalui lembaga.
Menurutnya, keraguan dan kritik tersebut merupakan hal yang wajar sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Baitul Mal untuk terus berbenah.

“Kami tidak ingin masyarakat percaya hanya karena diminta untuk percaya. Kami ingin kepercayaan itu tumbuh karena masyarakat melihat, mengetahui dan merasakan sendiri kerja nyata yang dilakukan,” tegasnya.

Ia berharap gerakan zakat melalui Baitul Mal di Kabupaten Bener Meriah dapat semakin diperkuat, sehingga pengelolaan zakat dapat memberikan manfaat secara lebih terencana, luas dan merata.

“Muzaki menunaikan kewajibannya. Baitul Mal menjaga amanahnya. Mustahik menerima haknya. Masyarakat merasakan manfaatnya,” pungkas H. Winnur Wajda.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *