Ketua TP PKK Aceh Singkil Hadir Setiap Perlombaan Semangati Peserta

Aceh Singkil.

Aceh Singkil Nasionaljurnalis.com

Dari Banda aceh – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Aceh Singkil Emma Malini Azmi, terlihat hadir disetiap kesempatan ajang perlombaan, pada even PKA ke-8 di Banda Aceh.

Ny Emma Azmi yang hanya didampingi pengurus Dekranas dan asisten pribadinya itu kerap memantau dan meramaikan perlombaan yang akan ditampilkan peserta dari berbagai cabang perlombaan.

Sebelum bertanding, Emma kerap memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh peserta yang akan bertanding.

Hingga perlombaan terakhir penampilan tarian Ambe-ambeken yang dibawakan Tim Sanggar Seni Lae Gentuyung di Taman Budaya. Penampilan mengayun anak di Museum Aceh.

Penampilan musik garapan tradisional oleh Group Destanada II, yang berhasil meraih Juara 1 pada even PKA-7 yang lalu.

Serta penampilan 5 penyaji terbaik pertunjukan Tari Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang berhasil mendapat penghargaan kategori terbaik III.

Kemudian penampilan lomba dalam kategori Aceh Fashion Festival, yang menampilkan Pakaian Adat Suku Singkil, diwakili oleh Inong Provinsi Aceh Tahun 2022 Amalia Ahwa dan Agam Provinsi Aceh Tahun 2023 Vima Syaddad Alfathan.

Dalam perlombaan terakhir penampilan Tarian Ambe-ambekan kepada peserta yang akan bertanding Ny Emma berpesan agar tetap semangat dalam membawakan tarian di akhir perlombaan.

Katanya, Sanggar Tari Lae Gentuyung telah lama terbentuk, dan masih eksis sampai saat ini.

Emma berharap agar peserta dapat memberikan penampilan terbaiknya, sebagai salah satu sanggar terbaik dan tertua di Aceh Singkil, ujarnya.

Pimpinan Sanggar Tari Lae Gentuyung Anharuddin, Sabtu (11/11/2023) menyampaikan terimakasih atas dukungan dan semangat Ny Emma Ketua PKK tersebut.

Meski belum memberikan hasil yang memuaskan namun kami bangga tetap selalu didampingi oleh Ny Azmi Pj Bupati disetiap berlangsungnya pertandingan.

Anhar menyebutkan, Tarian Ambe-ambeken ini merupakan kesenian tradisional yang biasa ditampilkan masyarakat saat acara pesta perkawinan dan sunat rasul.

Tarian ini dibawakan oleh 8 orang yang diiringi alunan khas musik tradisional dengan 7 bh alat musik.

Seperti gendang 2 bh, canang 1 bh, gendang panjang 2 bh, rabanna 2 bh serta botol, pungkas Anhar.

Untuk diketahui, tarian Ambe-ambeken ini sebelumnya telah mendapat sertifikat penghargaan pada Anugerah Budaya oleh Kemendikbudristek, yang diterima pada malam Apresiasi Kebudayaan Indonesia 2022, digelar di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta.

Foto: Ny Emma Malini Azmi bersama pimpinan Sanggar saat memberikan semangat kepada peserta perlombaan tarian, di Taman Budaya Banda Aceh, Jumat (10/11) kemarin. “Ungkapnya”wakaperwil aceh M.yantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *