SUMBAR  

BPD Nagari Koto Baru Gelar Musyawarah Rembuk Stunting Tahun 2023 Berjalan Dengan Tertib, Lancar dan sukses

Pasaman Barat, Sumbar.

Pasaman Barat Nasionaljurnalis.com

Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari bersama Pemerintahan Nagari Koto Baru laksanakan Rembuk Stunting, dengan tema “Dengan Rembuk Stunting Kita Ciptakan Generasi Sehat dan Berkualitas”. Di Aula Kantor Wali Nagari Koto Baru, Luhak Nan Duo pada Selasa, 21 November 2023.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Pasbar, Afrineldi mengatakan Nagari Koto Baru pada saat ini cendrung mengalami kenaikan angka anak penderita stunting. Dimana pada saat sekarang ini ada 47 anak yang mengalami stunting.

“Ada tiga tahapan penanganan yang dapat dilakukan yaitu pencegahan (sosialisasi) penanganan (pemberian obat dll) dan Intervensi, kata Afrineldi.

Senada dengan itu, Pj. Wali Nagari Koto Baru Samsul Bahri mengatakan, persoalan stunting ini sudah menjadi atensi Dunia Internasional juga pemerintahan dari pusat hingga daerah.

Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah nagari (Desa) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2023.

Sudah menjadi amanat Pemerintah Pusat dan Kabupaten terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa setiap tahun 2023 untuk pencegahan dan penanganan stunting.

“Nagari Koto Baru sejalan dengan Pemda Pasbar, kita berupaya dalam menekan angka stunting sesuai dengan rencana kerja tahunan”. harap dia.

Lebih lanjut ia menyampaikan banyak hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan tumbuh kembang anak (Stunting). Seperti halnya pernikahan dini, ekonomi keluarga, pola asuh, kebersihan dan lain sebagainya.

Sementara itu, Ketua Bamus Nagari Koto Baru, Naldi pada kesempatan itu mengatakan pihaknya atas nama Badan Permusyawaratan Nagari, pada prinsipnya sepakat untuk menekan angka stunting di nagari.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, mari kita bersama-sama mencari dan melaksanakan solusi terbaik agar tercapai penurun stunting di Nagari Koto Baru” harap dia.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan diskusi dan serta uraian dan penjelasan oleh lintas sektor dalam penanganan stunting.

Pertama tentang memaksimalkan kinerja, intervensi program RKP Tahun 2024, Komitmen bersama penurunan stunting.

Adapun hal-hal yang akan dilaksanakan untuk menekan angka stunting seperti,

1. Memberian HB kepada seluruh remaja putri.
2 Sosialisasi Tentang bahaya.
3. Pelatihan kader Posyandu.
4. Kerjasama dalam penyempurnaan data, 5.Sarana dan prasarana kehamilan
6. Sosialisasi tumbuh kembang anak 0 – 6 bkn.
7. Perhatian khusus bagi keluarga stunting
Memberi bantuan dan makanan.
8. Pembentukan BKB Nagari.

Turut hadir pada acara tersebut, DPMN, UPT Puskesmas Ophir, Camat Luhak Nan Duo, Pendamping Desa, Bamus Nagari Koto Baru, Perangkat Nagari, LPMN, BumNag, Karang Taruna, Bidan Jorong, Kader KPM dan lain sebagainya.(Handro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *