Nasionaljurnaliscom Bener Meriah, Senin, 5 Januari 2026
Akses jalan perkebunan yang menghubungkan Desa Digul (Meriah jaya) kecamatan Gajah Putih kabupaten Bener Meriah,menuju Desa Bergang dan Pantan Reduk, hingga kini masih belum layak dilalui.
Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena sangat menghambat aktivitas ekonomi, terutama saat musim panen.
Jalan tersebut mengalami longsor sejak 26 November 2025. Meski alat berat telah diturunkan ke lokasi, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera menuntaskan perbaikan, khususnya pada ruas jalan mulai dari Simpang Air Terjun Digul hingga jembatan sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah.
Warga menyebutkan kondisi jalan semakin dangkal, licin, dan membahayakan pengguna jalan.
Demi tetap bisa mengangkut hasil perkebunan, masyarakat terpaksa bergotong royong membuat jalan darurat menggunakan papan yang disusun menyerupai anak tangga.

“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera menuntaskan perbaikan jalan ini. Akses tersebut merupakan jalur utama masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan.
Saat ini sudah masuk musim panen, namun kondisi jalan sangat membahayakan dan menghambat perekonomian warga,” ujar perwakilan masyarakat Desa Digul.
Menurut warga, saat ini hasil perkebunan seperti kopi, coklat, pinang, dan durian sudah memasuki masa panen.
Namun, buruknya akses jalan membuat proses pengangkutan menjadi sulit dan berisiko. Bahkan, beberapa warga dilaporkan terjatuh saat melintas di lokasi tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan serius agar akses jalan perkebunan tersebut kembali layak dilalui, mengingat jalur ini merupakan urat nadi perekonomian warga Desa Digul dan sekitarnya.













