Blog  

Mahasiswa Melakukan Unjuk Rasa  Tuntut Walikota Subulussalam Aceh Bertanggung Jawab atas Defisit Rp109 Miliar

Banda aceh.Medianasionaljurnalis com Suasana pusat kota tugu Simpang lima Banda Aceh provinsi Aceh, Melalui perwakilan masyarakat kota Subulussalam Mahasiswa,Sejumlah perwakilan  mahasiswa turun ke jalan menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi keuangan daerah yang mengalami defisit hingga Rp109 miliar. Aksi ini menjadi sorotan publik karena dilakukan secara terbuka dan berani, tepat di ruang publik yang ramai dilalui masyarakat Provinsi Aceh Dibanda Aceh

“Dalam aksi tersebut, mahasiswa  membentangkan spanduk yang secara langsung meminta pimpinan daerah. Tulisan “Defisit 109 miliar, Walikota harus tanggung jawab” terpampang jelas, menjadi simbol kecewaan  Mahasiswa atas kondisi yang dinilai merugikan kepentingan rakyat.

Baca juga artikel beritanya  Wabup Risnawanto Resmikan Pembentukan Lima Jorong di Muaro Kiawai Hilir Kecamatan Gunung Tuleh

Seorang orator Plt Ketua Ampes Suardi Munthe, saat bersuara atau orasi didepan publik.Jumat,  (23/1/2026), dalam aksi itu menyampaikan bahwa defisit anggaran bukan sekadar angka, tetapi berdampak nyata pada pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa rakyat berhak mengetahui ke mana anggaran daerah digunakan dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kondisi ini.

Baca juga artikel beritanya  K4 Dampingi Warga Iwoimenda Yang diduga dipermainkan Oleh Pihak Adira Finance Kolaka

“Aksi tersebut berlangsung damai, namun sarat pesan politik dan moral. Mahasiswa  mendesak adanya transparansi, audit terbuka, serta klarifikasi resmi dari pemerintah kota agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, dalam unggahan Vidio Tersebut belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah kota Subulussalam terkait aksi tersebut. Namun,orasi ini telah memicu perbincangan luas di media sosial dan menjadi tekanan serius bagi pemerintah daerah untuk segera memberikan penjelasan kepada publik.

Baca juga artikel beritanya  Selama Libur Lebaran Puskesmas Muaro Kiawai Tetap Buka Layani Masyarakat ingin Berobat Standby Tiga Orang Tenaga Medis

Publik kini menunggu: akankah suara rakyat ini dijawab Oleh pemerintah daerah  atau justru diabaikan harapan mahasiswa agar Aparat Penegak Hukum Atau KPK dan BPK RI  dapat mengaudit anggaran daerah Kota Subulussalam Penyebab defisit terkait penggunaan anggaran negara daerah kota Subulussalam demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah kota Subulussalam. ” Ujarnya”

Dikutip Terbitan Halaman Pertama Media.Jumat.(23/1/2026) pukul.11.50 wib

“Kaperwil Aceh. M.Yantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *