Blog  

Rektor IAIN Takengon Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden Demi Jaga Profesionalisme

nasionaljurnalis.com, Aceh Tengah – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menyatakan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia guna menjaga independensi dan profesionalisme institusi kepolisian.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Ridwan Nurdin saat menanggapi wacana penempatan Polri di bawah kementerian, Selasa (27/1/2026), di Kampus IAIN Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Baca juga artikel beritanya  Dandim 0104/Atim dan Forkopimda Kota Langsa Luncurkan Program Pangan Murah dan Pelayanan Kesehatan Gratis"

 

Menurutnya, menempatkan Polri di bawah kementerian bukanlah langkah yang tepat karena berpotensi memengaruhi independensi dan profesionalisme Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

“Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden agar independensinya terjaga. Jika berada di bawah kementerian, dikhawatirkan akan muncul intervensi birokrasi maupun politik yang dapat mengganggu profesionalisme Polri,” ujar Prof. Ridwan.

Baca juga artikel beritanya  Skandal Normalisasi TPI Anak Laut: Proyek Rp 1,2 Miliar Aceh Singkil Digeruduk Dugaan Korupsi dan Penyimpangan Lingkungan

 

Ia menegaskan, posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusional yang bertujuan memperkuat peran Polri sebagai institusi negara yang profesional, modern, dan berintegritas.

Baca juga artikel beritanya  AMPAS Pertanyakan Pembentukan Susunan Pengurus P2SP SD Negeri Takal Pasir yang Diduga Tidak Transparan dan Arogan

 

“Dengan posisi tersebut, Polri dapat bekerja secara objektif, netral, dan fokus pada pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat tanpa tekanan kepentingan tertentu,” tambahnya.

 

Prof. Ridwan juga berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang adil, transparan, dan humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *