*Lewat Buku “Membumikan Good Journalist Governance”, Adhifatra Agussalim Dorong Reformasi Etika Pers*

Aceh Utara.Nasionaljurnalis.Com

Upaya memperkuat kualitas jurnalisme di Indonesia terus dilakukan oleh Adhifatra Agussalim. Salah satunya melalui peluncuran buku terbarunya berjudul “Membumikan Good Journalist Governance”, yang menjadi refleksi sekaligus panduan dalam membangun tata kelola pers yang sehat dan bertanggung jawab.

Buku ini lahir dari kegelisahan penulis terhadap dinamika dunia media yang semakin kompleks di era digital. Maraknya informasi instan, persaingan klik, serta rendahnya verifikasi data dinilai berpotensi menggerus nilai-nilai dasar jurnalistik.

Baca juga artikel beritanya  Polsek Dewantara IPTU Muhammad Suherno Pimpin Upacara HUT RI ke-80 di SMA Negeri 1 Dewantara

Melalui karya ini, Adhifatra mengajak insan pers untuk kembali menempatkan etika dan integritas sebagai fondasi utama profesi wartawan.

Dalam buku tersebut, pembaca diajak memahami konsep Good Journalist Governance sebagai sistem yang mengatur relasi antara wartawan, redaksi, pemilik media, dan masyarakat. Prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada kepentingan publik menjadi benang merah dalam setiap pembahasan.

“Pers tidak cukup hanya bebas, tetapi juga harus bertanggung jawab. Kebebasan tanpa etika justru bisa merugikan masyarakat,” ungkap Adhifatra, Kamis (12/02/2026).

Baca juga artikel beritanya  Kemitraan Kuat RSUD Cut Meutia Gandeng Media dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Ia menegaskan bahwa profesionalisme wartawan harus dibangun melalui pendidikan, pengawasan internal, serta komitmen moral yang kuat. Buku ini juga memuat berbagai studi kasus dan pengalaman lapangan yang dapat menjadi bahan pembelajaran praktis.

Kehadiran “Membumikan Good Journalist Governance” diharapkan mampu memperkaya literatur jurnalistik nasional serta menjadi rujukan bagi lembaga pers, kampus, dan komunitas media dalam menyusun standar kerja yang lebih berintegritas.

Baca juga artikel beritanya  Tangisan Bayi Terlantar di Persawahan, Wakapolres  Lhokseumawe Tinjau Langsung ke Puskesmas

Sejumlah pemerhati media menilai buku ini sebagai kontribusi strategis dalam mendorong reformasi etika pers di Indonesia. Di tengah tantangan disrupsi digital, karya ini dinilai relevan untuk menjaga marwah profesi wartawan.

Melalui penerbitan buku ini, Adhifatra Agussalim berharap tercipta ekosistem pers yang tidak hanya cepat dan populer, tetapi juga terpercaya dan bermartabat, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *