Personel Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah Tangani Longsor dan Banjir Bandang di Desa Lelumu

Aceh Tengah Nasionaljurnalis.com

Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulbencal) Kodim 0106/Aceh Tengah terus bergerak cepat menangani dampak tanah longsor dan banjir bandang yang melanda Desa Lelumu, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (13/02/2026) pukul 15.30 WIB.

Kegiatan yang dipimpin oleh Danramil 03/Pegasing Kapten Inf Suratin tersebut difokuskan pada pembukaan akses jalan desa yang tertutup material longsor.

Baca juga artikel beritanya  Pembuatan MCK TMMD ke-126 Kodim 0106/Aceh Tengah Capai 35 Persen

Sasaran Fisik
Sasaran utama adalah pembersihan fasilitas umum berupa jalan penghubung Desa Lelumu menuju area perkebunan dan Desa Jejem.

Terdapat enam titik badan jalan yang tertutup material tanah longsor, dengan progres sebagai berikut:
Titik 1: Pengerjaan telah mencapai 100% dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Titik 2: Dalam proses pengerjaan dengan progres 50%.
Titik 3 hingga Titik 6: Belum dilakukan pengerjaan dan akan menjadi prioritas lanjutan.

Baca juga artikel beritanya  Kunjungi Kampung Pelosok, Pangdam IM Berikan Bantuan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni

Personel Terlibat
Kegiatan ini melibatkan:
10 personel Satgas Gulbencal dipimpin Serka Iwan
4 orang masyarakat setempat yang turut membantu proses pembersihan

Sinergi antara TNI dan masyarakat terlihat dalam upaya percepatan pemulihan akses transportasi yang sangat vital bagi aktivitas warga, terutama menuju lahan perkebunan.

Baca juga artikel beritanya  Koramil 03/Pegasing Laksanakan Pengawasan Pembersihan Jalan Akibat Longsor

Danramil 03/Pegasing menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman, lancar, dan terkendali.

Pembukaan akses jalan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Kodim 0106/Aceh Tengah berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam setiap situasi darurat, khususnya penanganan bencana alam di wilayah teritorialnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *