Blog  

Defisit Membengkak Rp290 Miliar, Suasana Politik di Subulussalam Memanas

Subulussalam Aceh, Medianasionaljurnalis.com Masyarakat di Kota Subulussalam dikejutkan dengan membengkaknya defisit anggaran daerah yang disebut mencapai Rp290 miliar dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinan daerah. Kondisi ini memicu suasana politik di lingkungan pemerintah kota (pemko) semakin memanas, bahkan berkembang menjadi gelombang desakan terbuka dari DPRK dan ribuan warga yang mempertanyakan kondisi keuangan daerah.Sabtu.14 Februari 2026

“Sorotan tajam mengarah kepada pemerintahan Wali Kota Rasyid Bancin. Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) setempat secara resmi menggulirkan hak interpelasi sebagai langkah politik konstitusional untuk meminta penjelasan kepala daerah terkait penyebab membengkaknya defisit tersebut.”

Baca juga artikel beritanya  Kejari Padang Koswara,S.H, M.H Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kredit Modal Kerja dan Bank Garansi. Salah Satunya Anggota DPRD Sumbar

Ketua DPD LP Tipikor Nusantara Kota Subulussalam, Hasan Gurinci, menyebut kondisi ini sebagai persoalan serius yang tidak bisa dianggap sebagai kritik biasa.

“Defisit Kota Subulussalam mencapai Rp290 miliar. Kami menilai hampir setiap dinas terlihat tertekan, bahkan ada indikasi malas masuk kantor, terutama di Dinas Keuangan. Ini menjadi pertanda bahwa keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Hasan juga menilai pemeriksaan keuangan daerah belum berjalan maksimal. Ia menyebut peran BPK perlu diperkuat agar pengawasan lebih menyeluruh. Bahkan, pihaknya mendorong agar KPK turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan di lingkungan Pemko Subulussalam, demi menjaga pemerintahan daerah tetap bersih dari praktik korupsi.

Baca juga artikel beritanya  Serah Terima Jabatan: Alwan Samri Berikan Mandat kepada Ahmad Farhan Ridwan sebagai PJ. Ketua MPM USM

“Menurut Hasan Gurinci, langkah DPRK menggulirkan hak interpelasi merupakan tindakan yang tepat sebelum kondisi keuangan daerah semakin terpuruk dan berpotensi menjerat pemerintah kota dalam lilitan utang. Ia bahkan mengusulkan opsi penunjukan penjabat (Pj) kepala daerah apabila situasi dinilai semakin memburuk.
Selain persoalan defisit, pihaknya juga meminta agar program kebun kelapa sawit seluas 5 hektare untuk dayah yang merupakan janji politik pemerintah daerah turut diperiksa. Hal itu penting untuk memastikan bahwa dana daerah tidak digunakan untuk kepentingan politik.

Baca juga artikel beritanya  Peresmian Satpas Prototipe Polres Pidie Jaya oleh Wakapolda Aceh: Inovasi Pelayanan Publik di Era Modern

Situasi ini membuat dinamika politik di Subulussalam semakin memanas, sementara publik menanti transparansi dan penjelasan resmi pemerintah daerah terkait kondisi defisit yang dinilai mengkhawatirkan tersebut.’tutup Hasan Gurinci

“Kaperwil Aceh. M.Yantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *