
Aceh Singkil, Medianasionaljurnalis.com. Seratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Aceh Singkil menggeruduk Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat, 6 Maret 2026. Mereka mempertanyakan data penerima bantuan rehab rumah dampak banjir yang dinilai tidak tepat sasaran.
Informasi yang dihimpun Bersama Awak Media dilapangan , warga yang melakukan aksi protes berasal dari sejumlah desa seperti Desa Ketapang Indah, Desa Silatong, Desa Tanjung Mas, Desa Pasar serta desa lainnya di beberapa kecamatan, khususnya dari Kecamatan Simpang Kanan.
Massa mempertanyakan banyaknya pemangkasan nama penerima bantuan pada tahap pertama serta dugaan adanya warga yang tidak terdampak banjir namun justru masuk dalam daftar penerima bantuan.
Aksi protes awalnya dilakukan di Kantor BPBD Aceh Singkil. Kedatangan warga diterima oleh sejumlah staf dan pejabat BPBD karena Kalaknya Alhusni tidak ditempat. Namun berbagai pertanyaan yang disampaikan warga dinilai tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.
“Kami ingin pihak BPBD melakukan pendataan ulang penerima bantuan rehab rumah dan turun langsung ke lokasi, jangan hanya bekerja dari kantor,” teriak salah seorang warga dalam aksi tersebut.
Setelah dari kantor BPBD, warga kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Aceh Singkil. Di lokasi ini, massa diterima oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Singkil, Faisal, bersama Petugas Pusdalops BPBD, Rosiana Kusuma Wardani.
Perwakilan warga Desa Silatong, Hamidi, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah kejanggalan dalam data penerima bantuan. Ia menyebut ada nama warga yang bukan berasal dari Desa Silatong justru masuk dalam daftar penerima, sementara warga yang terdampak banjir tidak terdata.
“Sebenarnya bagaimana cara verifikasi dan kualifikasi yang dilakukan BPBD. Yang benar mana, kok bisa keliru seperti ini,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Rosiana Kusuma Wardani menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengajukan sanggahan terhadap data tersebut melalui pemerintah desa untuk diteruskan ke BPBD.
“Tidak apa-apa, nanti akan dibuat berita acara. Jika ada yang masuk datanya tetapi tidak mengalami kerusakan rumah, itu yang kita uji melalui uji publik. Silakan ajukan surat sanggahan melalui desa untuk diteruskan ke BPBD,” jelasnya.
Namun penjelasan tersebut belum dapat meredakan kekecewaan warga. Mereka menilai BPBD bersikap tidak konsisten, plin plan dan diduga tidak melakukan pendataan langsung ke lapangan.
Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal, juga meminta warga menyampaikan sanggahan melalui pemerintah desa. Akan tetapi warga menolak jika desa dijadikan perantara dalam persoalan tersebut.
“Jangan jadikan desa sebagai tameng pemerintah. Peranan BPBD itu ada di tangan mereka, jangan adu domba kami dengan desa,” ujar Zul, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Aksi protes ini pun belum menghasilkan kesepakatan. Kondisinya hampir serupa dengan aksi protes sebelumnya yang dilakukan warga Desa Ujung Bawang terkait pemangkasan data penerima bantuan.
Sementara itu, warga Desa Pasar, Miswar Sijabat, dikonfirmasi beberapa Awak Medianasionaljurnalis.com dan AJNN yang ada dilapangan. menilai kinerja pendataan yang dilakukan BPBD Aceh Singkil patut dipertanyakan karena dinilai tidak turun langsung ke lapangan.
“Kalau memang mereka turun ke lapangan, pasti kami tahu. Tapi kenyataannya tidak ada,” katanya.
Menurut Miswar, sebelumnya masyarakat sempat diminta menunggu di rumah karena akan ada tim yang datang melakukan pendataan. Namun hingga saat ini, tim tersebut tidak pernah datang.
Ia juga menyinggung bahwa pada tahap awal pendataan, anggota DPRK Aceh Singkil Doni Maradona mengajak BPBD untuk turun kerumah-rumah warga, namun mereka tidak tutun. “Ada apa?” kata Miswar.
“Kalau memang turun ke lapangan pasti kelihatan. Tapi sekarang yang terlihat justru yang paling keras bersuara yang dapat bantuan,” ujarnya.
Miswar juga mencontohkan kondisi di Desa Pasar yang memiliki sekitar 400 kepala keluarga, namun hanya tiga rumah yang tercatat sebagai penerima bantuan rehab.
“Padahal banyak rumah yang rusak. Waktu banjir kemarin air merendam Kota Singkil sampai lebih dari satu meter,” katanya.
Foto: photo pantauan awak media dilapangan, Seratusan warga dari berbagai desa kembali geruduk kantor BPBD dan Bupati pertanyakan penerima bantuan rehab rumah Dampak Banjir Jumat, 6 Maret 2026.
“Kaperwil Aceh. M.Yantoro



