Semangat otonomi : Mualem sudah seharusnya kembalikan Pengelolaan Pelabuhan Kapal di Simeulue kepada Daerah

Simeulue  Mnjnews.com

Sejak tahun 2021 pengelolaan Pelabuhan Sinabang dialihkan dari Pemerintah Kabupaten Simeulue ke Pemerintah Aceh, Pengamat kebijakan publik Faji Amin, S.IP mengatakan sudah seharusnya Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dapat mengembalikan pengelolaan pelabuhan kapal di Simeulue agar dikelola langsung oleh pemerintah daerah.

Permintaan ini disampaikan sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan transportasi laut yang lebih efektif, cepat, dan berpihak pada kebutuhan warga kepulauan. Sebagai daerah yang bergantung pada akses transportasi laut, pelabuhan memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat.

Baca juga artikel beritanya  Satlantas Polres Aceh Tengah Gelar Razia Gabungan Dalam Operasi Patuh Seulawah 2024.

Faji Mengakatan gubernur Aceh atau yang kerap di panggil mualem sudah seharusnya mengembalikan pengelolaan pelabuhan kapal di Simeulue di serahkan kepada daerah, hal ini demi mendukung kesejahteraan masyarakat di pulau Simeulue

Menurut faji, Selama ini pengelolaan yang tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan daerah dinilai membuat ruang gerak pemerintah kabupaten menjadi terbatas dalam melakukan pembenahan dan inovasi pelayanan. Jika pengelolaan pelabuhan dikembalikan ke daerah, maka Pemerintah Kabupaten Simeulue diyakini dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam peningkatan fasilitas, penataan jadwal kapal, serta pengawasan layanan.

Baca juga artikel beritanya  Personel Polsek Bandar Baru Polres Pidie Jaya Bantu Evakuasi Korban Terseret Arus Sungai*

Lebih lanjut Faji Mengakatan, semangat otonomi daerah seharusnya memberi ruang lebih besar kepada pemerintah kabupaten untuk mengelola aset strategis yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan rakyatnya. Dengan pengelolaan oleh daerah, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dapat meningkat dan kembali dimanfaatkan untuk pembangunan Simeulue.

Baca juga artikel beritanya  Hatee Meuhom' di Tengah Kabut Dunia*

Aspirasi ini bukan semata persoalan kewenangan, melainkan tentang efektivitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan wilayah kepulauan. Besar harapan masyarakat agar Gubernur Mualem dapat mendengar dan mempertimbangkan tuntutan ini demi kemajuan dan kemandirian Simeulue ke depan.

Pelabuhan adalah urat nadi Simeulue. Sudah sepatutnya dikelola oleh daerah demi kepentingan masyarakat sendiri,” demikian kata faji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *