Belawan Nasionaljurnali.Com.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan, Sumatera Utara menerima uang pengganti Rp220 juta dalam perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA Negeri 16 Medan.
“Hari ini, Bidang Pidsus Kejari Belawan telah menerima penitipan uang pengganti dari perkara dugaan korupsi dana BOS SMA Negeri 16 Medan tahun anggaran 2022 hingga 2023,” ujar Kasi Intelijen Kejari Belawan Daniel Setiawan di Medan, Rabu.
Ia mengatakan uang pengganti tersebut diterima langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Belawan Andri Rico Manurung dari pihak keluarga terdakwa AM yang merupakan Direktur CV Cahaya Azira selaku pihak penyedia.
Ia mengatakan uang pengganti itu diserahkan kepada Bendahara Penerima Kejari Belawan dan dititipkan di rekening penerimaan lainnya (RPL) pada Kejari Belawan di Bank Mandiri.
“Apabila perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht, uang pengganti tersebut akan disetorkan ke kas negara,” ujarnya.
Daniel menjelaskan terdakwa AM didakwa melakukan korupsi dana BOS bersama dengan RA selaku mantan Kepala Sekolah SMAN 16 Medan dan EA selaku mantan Bendahara Dana BOS pada SMA Negeri 16 Medan.
“Ketiga terdakwa masing-masing dilakukan penuntutan secara terpisah,” ucapnya.
Dia mengatakan ketiga terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan primer.
Ketiga terdakwa juga dijerat dengan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan subsider.
( Julhadi )













