Ekonomi Jabar Triwulan I 2026 Tumbuh 5,79 Persen, Lampaui Nasional

KOTA BANDUNG.Medianasionaljurnalis.Com — Ekonomi Jawa Barat (Jabar) triwulan I 2026 tumbuh 5,79 persen jika dibandingkan triwulan I 2025 (y-on-y). Secara _quarter to quarter_ (q-to-q), ekonomi Jawa Barat triwulan I 2026 juga tumbuh sebesar 0,24 persen jika dibandingkan triwulan IV 2025.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara _year on year_ bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,61 persen.

Sumber pertumbuhan atau andil tertinggi dari sisi lapangan usaha disumbang oleh sektor industri sebesar 1,65 persen, transportasi sebesar 0,81 persen, infokom sebesar 0,58 persen, akomodasi dan makan minum sebesar 0,51 persen, dan perdagangan sebesar 0,45 persen.

Baca juga artikel beritanya  Herman Suryatman Titip BRT Bandung Raya kepada Penjabat Wali Kota Bandung

Sumber pertumbuhan atau andil tertinggi dari sisi pengeluaran disumbang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 3,27 persen, konsumsi pemerintah sebesar 1,82 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 1,06 persen, dan kosumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 0,04 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga dengan besarnya penduduk Jabar menjadi kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi saat ini,” kata Margaretha pada acara Rilis Berita Resmi Statistik Jabar di Kantor BPS Jabar, Selasa (5/5/2026).

Kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak subsidi ditengah perang Iran melawan Amerika-Israel juga memperkuat pertumbuhan ekonomi Jabar.

Baca juga artikel beritanya  PERTANDINGAN SEPAK BOLA USIA DINI DTC NASIONAL DI LAPANGAN SESPIM POLRI LEMBANG

“Peran Iran melawan Amerika-Israel berpengaruh, tetapi pemerintah berjuang untuk menumbuhkan ekonomi,” ujar Margaretha.

*Kondisi ketenagakerjaan membaik*

Angka penyerapan tenaga kerja juga menggembirakan. Pada Februari 2026, penduduk Jabar yang bekerja sebanyak 25,10 juta orang, naik 0,11 juta orang dari Februari 2025. Lapangan pekerjaan dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Perdagangan Besar dan Eceran yaitu 5,47 juta orang atau sebesar 21,81 persen.

Di sisi lain, persentase setengah pengangguran mengalami penurunan sebesar 0,09 persen, yaitu dari 7,57 persen pada Februari 2025 menjadi 7,48 persen pada Februari 2026. Demikian juga untuk pekerja paruh waktu mengalami penurunan sebesar 0,17 persen dibandingkan Februari 2025.

Baca juga artikel beritanya  CIFCC 2024, Inovasi Jawa Barat Mendunia, Raih Penghargaan di Kunming China

Sementara, tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 sebesar 6,64 persen, turun sebesar 0,10 persen dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 6,74 persen.

Tiga lapangan usaha dengan penyerapan lapangan kerja terbanyak adalah perdagangan besar dan eceran, industri serta pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan masih berpotensi dalam mendorong perekonomian dan penyerapan tenaga kerja,” ucap Margaretha.

HUMAS JABAR
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat
Adi Komar

 

 

Medianasionaljurnalis.Com

Kaperwil Jawa Barat

Ujang Hudan Supardan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *