15 Perlombaan Meriahkan HUT RI ke-81, Paguyuban Sunda Satukan Sunda, Jawa, Aceh dan Gayo

Aceh Tengah  Mnj.com

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di Pantai Lut Tawar, kala Pedemun, Aceh Tengah, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang digelar bersama Portola Grand Renggali Hotel tersebut diikuti keluarga besar Paguyuban Sunda dari Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Berbagai kegiatan digelar dalam suasana penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi masyarakat.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Ahmad Sasa, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Sedikitnya 15 jenis perlombaan digelar dan mendapat sambutan antusias dari peserta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Paguyuban Sunda Galih Eka Saputra bersama istri, Desi Mayang Sari, Kepala LPP RRI Takengon Imam Taufik, SE., MM., JM Hotel Renggali yang akrab disapa Bram, para sesepuh Paguyuban Sunda, media Sunda, serta jajaran Paguyuban Sunda.

Baca juga artikel beritanya  Babinsa Hadiri Kegiatan Sosialisasi Penggunaan Anggaran dana Desa Lenga

Selain memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi momentum memperingati hari ulang tahun Ketua Paguyuban Sunda, Galih Eka Saputra.

Dalam kesempatan itu dilakukan pembelahan dan pembagian tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur serta kebersamaan keluarga besar Paguyuban Sunda.

Kemeriahan semakin terasa ketika Ketua Paguyuban Sunda memberikan saweran kepada peserta. Suasana penuh canda, tawa dan kegembiraan pun mewarnai kegiatan hingga acara berlangsung semarak.

Panitia kegiatan terdiri dari Rudi, Icang, Yuli, serta Sajum sebagai Wakil Ketua Panitia.

Paguyuban Sunda Satukan Keragaman di Tanah Gayo

Lebih dari sekadar kegiatan hiburan, keberadaan Paguyuban Sunda di Aceh, khususnya di dataran tinggi Tanah Gayo, telah menjadi salah satu wadah yang mempererat hubungan kekeluargaan lintas suku dan budaya.

Baca juga artikel beritanya  Warga Desa Kute Keramil Senang Jalan Baru TMMD ke-126 Kodim 0106/Aceh Tengah Rampung 100 Persen

Paguyuban Sunda tidak hanya menghimpun masyarakat keturunan Sunda, tetapi juga telah menyatukan keluarga dari berbagai latar belakang melalui hubungan perkawinan dan kehidupan sosial, termasuk Sunda, Jawa, Aceh dan Gayo.

Perpaduan tersebut menjadi gambaran bahwa keberagaman suku dan budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan.

Ikatan kekeluargaan yang terjalin melalui perkawinan maupun kehidupan bermasyarakat semakin memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Tanah Gayo.

Ketua Paguyuban Sunda, Galih Eka Saputra, menyampaikan bahwa masyarakat Sunda yang berada di perantauan harus mampu menjaga nama baik daerah asal sekaligus menghormati masyarakat dan lingkungan tempat mereka tinggal.

Ia juga menyampaikan amanat dari Gubernur Jawa Barat KDM, agar masyarakat Sunda tidak melakukan hal-hal yang dapat mencoreng nama baik serta senantiasa menjaga alam.

Baca juga artikel beritanya  Babinsa dan Warga Satu Tekad: Jaga Ketertiban dan Keamanan di Desa Atang Jungket

“Jangan sampai membuat malu dan tetap jaga alam,” pesan tersebut disampaikan dalam kesempatan kegiatan Paguyuban Sunda.

Pesan itu dinilai sejalan dengan semangat kegiatan yang digelar di kawasan Danau Lut Tawar. Selain mempererat silaturahmi, masyarakat juga diajak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan Semarak Kemerdekaan RI ke-81 di Pantai Pedemun akhirnya menjadi momentum yang bukan hanya menghadirkan kegembiraan melalui berbagai perlombaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan masyarakat Sunda, Jawa, Aceh dan Gayo.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan suku dan budaya tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun.

Justru keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan, kekeluargaan dan keharmonisan di Tanah Gayo.

(Penulis Pimred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *