Blog  

Polemik Wabup Aceh Tengah Sempat Terhenti, Wartawan Sebut Ada Oknum Klaim “Bekingi” Pers Secara Sepihak

nasionaljurnalis.com – Takengon – Polemik pernyataan Wakil Bupati Aceh Tengah, Mukhsin Hasan, yang sebelumnya menuai reaksi keras dari kalangan wartawan lokal, sempat terhenti sesaat. Namun, belakangan polemik tersebut kembali mencuat setelah muncul dugaan adanya oknum wartawan yang mengklaim telah “mengondisikan” persoalan dan seolah-olah mampu membekap atau membekingi seluruh wartawan Aceh Tengah.

 

Indra G, salah satu wartawan di wilayah Gayo Takengon, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi di lapangan. Ia menyebut, persoalan yang dianggap selesai oleh segelintir pihak justru masih menyisakan keresahan di kalangan puluhan media yang merasa belum mendapatkan keadilan.

 

“Sempat terhenti sesaat, rupanya ada salah satu oknum wartawan yang merasa sudah mengondisikan. Padahal itu hanya ulah segelintir oknum yang berdalih mampu membekap wartawan. Faktanya, di lapangan masih puluhan media yang merasa terzolimi akibat ulah oknum tersebut,” ujar Indra, Selasa (10/02/2026).

Baca juga artikel beritanya  Kasus Selingkuh Di Desa Kuyun Uken, Istri Tua Buat Laporan Polisi

 

Menurut Indra, klaim sepihak tersebut justru berpotensi memperkeruh situasi dan mencederai solidaritas sesama insan pers. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengatasnamakan seluruh wartawan tanpa kesepakatan bersama.

“Jangan coba-coba bermain dengan kami. Jangan seolah-olah merasa mampu membekap wartawan. Perlu diketahui, kami menduga oknum yang melakukan itu hanyalah wartawan baru yang ingin numpang tenar saja,” tegasnya.

 

Indra juga menekankan bahwa wartawan Aceh Tengah telah lama berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemberitaan yang kritis, berimbang, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, ia menilai tindakan segelintir oknum yang mengklaim representasi pers secara sepihak berpotensi merusak marwah profesi jurnalistik.

Baca juga artikel beritanya  Bertepatan Dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Serentak Nasional Tahun 2024 Bupati Sijunjung Menerima Bantuan Dari BNPB Pusat

 

“Kami sudah puluhan tahun menjadi wartawan dan sudah banyak berbuat untuk daerah ini dalam hal pemberitaan. Jangan dikotori oleh oknum-oknum seperti itu,” lanjutnya.

 

Para wartawan Aceh Tengah kembali menegaskan bahwa persoalan utama tetap pada belum adanya permohonan maaf secara terbuka dari Wakil Bupati Aceh Tengah terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung martabat wartawan lokal. Mereka menilai, penyelesaian yang tidak terbuka dan hanya melibatkan pihak tertentu berpotensi menimbulkan kesan adanya pembiaran dan ketidakadilan.

Baca juga artikel beritanya  941 Orang Murid Manasik Haji Tingkat Kabupaten Sijunjung di Palangki

 

Insan pers berharap agar semua pihak menghormati prinsip profesionalisme, tidak mengklaim representasi tanpa mandat, serta mengedepankan dialog terbuka dan bermartabat. Wartawan Aceh Tengah juga mengajak seluruh insan pers untuk menjaga integritas profesi dan tidak memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi atau popularitas semata.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya menghubungi Wakil Bupati Aceh Tengah, Mukhsin Hasan, serta pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan resmi. Upaya ini dilakukan guna memenuhi asas keberimbangan dan konfirmasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *