Brimob Batalyon C Kawal Pembangunan Hunian Tetap dan Sementara di Batang Toru

Tapanuli Selatan.Nasionaljurnalis.Com.

Personel Brimob Batalyon C terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemulihan pascabencana melalui pengamanan dan keterlibatan langsung pada pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, di wilayah Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dalam kegiatan ini, personel Brimob melaksanakan patroli di sekitar area pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Napa serta membantu proses pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Garoga. Kehadiran personel tidak hanya bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tetapi juga memastikan proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana.

Baca juga artikel beritanya  Mudik Gratis BUMN, Pelindo Multi Terminal Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Medan.

Danton Penugasan Operasi Aman Nusa II, Ipda Leonardo Marbun, yang turut mengoordinasikan personel dalam pengamanan sekaligus kerja sosial bersama masyarakat. Pada pembangunan huntara di Desa Garoga, personel Brimob bersama warga membantu pengecoran tiang pondasi rumah milik Bapak Aswin Wardi. Proses pengerjaan saat ini masih berlangsung dan berjalan sesuai tahapan.

Baca juga artikel beritanya  Kapolda Sumut Serahkan Sapi Kurban 600 Kg ke Persulukan Serambi Babussalam Simalungun, TGB: Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Sementara itu, patroli pengamanan juga dilaksanakan di area pembangunan huntap Desa Napa, termasuk pengawasan pembangunan hunian di wilayah Hapesong Lama yang direncanakan mencapai sekitar 200 unit. Saat ini, progres pembangunan telah memasuki tahap pengecoran pondasi dan terus dilakukan secara bertahap.

Baca juga artikel beritanya  Pengajian Ibu- Ibu Pesisir Nelayan Kec.Medan Belawan Bagikan Takjil Di Bulan Ramadhan Berkah.

Ipda Leonardo Marbun menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dan didampingi dalam proses pemulihan. Sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci agar pembangunan hunian ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *