Banda Aceh mnjnews.com
GAMIES Aceh menegaskan perannya sebagai penggerak utama pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Aceh.
Ketua DPW GAMIES Aceh, Adhifatra Agussalim, menyampaikan bahwa sektor UMKM dan ekonomi kreatif memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif sekaligus menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“UMKM dan ekonomi kreatif adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Di Aceh, sektor ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi berbasis lokal,” ujarnya, Sabtu (28/03/2026).
Secara nasional, UMKM mencapai lebih dari 64 juta unit usaha, menyerap sekitar 97% tenaga kerja, serta berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di Aceh, sektor ini berkembang pesat pada bidang kuliner, kriya, fashion, serta pengolahan hasil pertanian dan perikanan, yang menjadi ciri khas ekonomi kreatif daerah.
Namun demikian, tantangan masih dihadapi, seperti rendahnya tingkat digitalisasi, keterbatasan akses pembiayaan, serta kapasitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan. Untuk itu, GAMIES Aceh hadir sebagai katalisator melalui berbagai program strategis yang terintegrasi dengan agenda SDGs.
Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, UMKM dan ekonomi kreatif berkontribusi langsung terhadap sejumlah tujuan SDGs, di antaranya penghapusan kemiskinan (SDG 1), ketahanan pangan (SDG 2), kesetaraan gender (SDG 5), pertumbuhan ekonomi inklusif (SDG 8), inovasi dan industrialisasi (SDG 9), konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), penanganan perubahan iklim (SDG 13), serta kemitraan global (SDG 17).
GAMIES Aceh secara aktif menjalankan berbagai program, seperti pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi UMKM, pendampingan legalitas dan sertifikasi produk, fasilitasi akses pembiayaan, serta penguatan branding produk lokal Aceh agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Selain itu, GAMIES juga mendorong penerapan prinsip green economy pada pelaku UMKM, seperti penggunaan bahan baku ramah lingkungan, efisiensi produksi, dan pengurangan limbah, sebagai bagian dari kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin memastikan bahwa UMKM Aceh tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan sosial. Inilah esensi dari SDGs yang ingin kami dorong,” tambah Adhifatra.
Dalam memperluas dampak, GAMIES Aceh juga membuka kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMN/BUMD, sektor swasta, akademisi, dan lembaga donor. Sinergi ini diyakini menjadi kunci percepatan pencapaian target SDGs di Aceh.
“Ke depan, GAMIES Aceh menargetkan terbentuknya ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif yang inovatif, inklusif, berbasis digital, serta berdaya saing global, sekaligus menjadi model kontribusi daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Adhifatra.













