Diduga Dana Desa Rp250 Juta Menguap, Warga Ujung Gele Minta Inspektorat dan APH Turun Tangan

Dana Desa Rp250 Juta Dipertanyakan

Bener Meriah, 24 Juni 2026

Sejumlah warga Kampung Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, mempertanyakan realisasi penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 yang nilainya mencapai sekitar Rp250 juta.

Warga menduga anggaran yang telah direncanakan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tersebut hingga kini belum direalisasikan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari masyarakat, dana tersebut diperuntukkan bagi beberapa program pembangunan yang dinilai sangat dibutuhkan warga, di antaranya pembangunan jalan rabat beton di Dusun III, pembangunan pos kamling, serta pembangunan bak penampungan air bersih.

Baca juga artikel beritanya  Kepala Staf Kodim 0119/BM, Pimpin Apel Siaga Idul Fitri 1 Syawal 1446 H

Warga menyebut kondisi jalan yang direncanakan untuk dibangun dengan rabat beton saat ini sudah sangat memprihatinkan dan bahkan disebut telah beberapa kali memakan korban akibat kerusakan jalan.

Namun hingga Rabu (24/6/2026), masyarakat mengaku belum melihat adanya pelaksanaan pembangunan dari program-program yang telah disepakati tersebut.

“Setahu kami anggaran itu sudah ditarik, tetapi sampai sekarang tidak ada pembangunan yang dikerjakan. Jalan rabat beton tidak ada, pos kamling tidak ada, bak penampungan air bersih juga tidak ada,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca juga artikel beritanya  Komsos Dengan Pemuda, Babinsa Ajak Warga Cegah Peredaran Narkoba

Menurut warga, persoalan tersebut juga pernah dipertanyakan oleh anggota petue kampung kepada PLH Reje Kampung Ujung Gele beberapa bulan lalu.

Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait realisasi kegiatan yang telah direncanakan dalam Musrenbangdes tersebut.

Masyarakat berharap Inspektorat Kabupaten Bener Meriah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta aparat penegak hukum dapat melakukan audit dan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Kampung Ujung Gele.

“Kami hanya ingin adanya keterbukaan. Jika anggaran memang sudah digunakan, tunjukkan hasil pekerjaannya.

Kalau belum dikerjakan, kami minta pihak terkait segera turun tangan,” ujar warga lainnya.

Baca juga artikel beritanya  Bersama Ibu-ibu, Babinsa Komsos Jalin Tali Silaturahmi

Warga menilai transparansi pengelolaan dana desa sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan kampung dan memastikan setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

Redaksi mencoba tlpn genggam,namun tidak aktf HP PLH, Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLH Reje Kampung Ujung Gele belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *