Mengembalikan Kepercayaan Muzaki: Zakat Harus Dikelola, Disalurkan, dan Dirasakan Manfaatnya

Opini: H. Winnur Wajda, S.E., M.M.Anggota Badan Baitul Mal Kabupaten

Catatan: Tulisan ini merupakan pandangan pribadi penulis sebagai bagian dari Badan Baitul Mal Kabupaten dan tidak mewakili sikap resmi lembaga.
Zakat bukan sekadar kewajiban seorang Muslim kepada Allah SWT.

Zakat juga merupakan instrumen penting untuk membantu fakir miskin, meringankan beban masyarakat, mendukung pendidikan dan kegiatan keagamaan, serta menggerakkan perekonomian umat.

Karena itu, ketika seseorang menyerahkan zakatnya kepada sebuah lembaga, yang dititipkan bukan hanya sejumlah uang, tetapi juga kepercayaan dan amanah.

Sebagai bagian dari Badan Baitul Mal Kabupaten, saya menyadari bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui imbauan atau ajakan.

Kepercayaan harus dibuktikan melalui kerja nyata: pengelolaan yang amanah, penyaluran yang tepat sasaran, serta keterbukaan kepada publik.

Selama ini, Baitul Mal telah menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak menerima, baik fakir, miskin maupun asnaf lainnya.

Penyaluran dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, kegiatan keagamaan, bantuan kebencanaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Baca juga artikel beritanya  Kodim 0119/Bener Meriah : Siagakan Prajurit

Semua itu merupakan ikhtiar agar zakat yang dihimpun benar-benar kembali memberikan manfaat bagi umat.

Namun, kami juga menyadari bahwa pekerjaan tersebut belum selesai.
Masih ada mustahik yang membutuhkan perhatian lebih.

Masih ada masyarakat yang belum mengetahui secara utuh apa saja yang telah dikerjakan Baitul Mal. Dan masih ada muzaki yang belum memperoleh informasi yang cukup mengenai ke mana zakat mereka disalurkan dan bagaimana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Kepercayaan Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Diucapkan
Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bahwa zakat yang mereka tunaikan dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan berdasarkan kebutuhan nyata mustahik, bukan karena kedekatan ataupun siapa yang datang lebih dahulu.

Karena itu, penguatan data mustahik, verifikasi, ketepatan sasaran, transparansi, serta komunikasi publik harus terus dilakukan.

Semakin terbuka Baitul Mal dalam menyampaikan apa yang dikerjakan, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk melihat bahwa zakat yang mereka titipkan benar-benar memberikan dampak.

Keterbukaan bukanlah beban. Justru keterbukaan adalah bagian dari upaya menjaga amanah.

Baca juga artikel beritanya  Danramil 02/Wih Pesam Menghadiri Sertijab Rutan Kelas IIB Bener Meriah

Zakat Bukan Sekadar Bantuan Sesaat

Mustahik memang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Namun, dalam kondisi tertentu, zakat juga dapat menjadi jalan menuju kemandirian.

Zakat dapat menjadi modal usaha bagi pedagang kecil, dukungan bagi petani, biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bantuan kesehatan, maupun dukungan untuk bangkit bagi masyarakat yang menjadi korban bencana.

Harapan kita sederhana: hari ini menerima zakat, esok mampu mandiri, dan suatu saat nanti menjadi muzaki.

Jika hal itu dapat terwujud, maka zakat tidak hanya membantu seseorang bertahan hidup, tetapi juga mampu mengubah kehidupannya.

Mengajak Muzaki Kembali Percaya

Kami memahami bahwa sebagian masyarakat masih memiliki keraguan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga. Ada yang merasa lebih nyaman memberikan langsung kepada mustahik yang mereka kenal. Ada pula yang mempertanyakan sejauh mana manfaat zakat yang disalurkan melalui lembaga.

Keraguan dan kritik tersebut adalah hal yang wajar.
Bahkan, bagi kami, kritik merupakan pengingat agar Baitul Mal terus melakukan evaluasi dan pembenahan.

Kami tidak ingin kepercayaan masyarakat tumbuh hanya karena masyarakat diminta untuk percaya. Kami ingin kepercayaan itu tumbuh karena masyarakat melihat, mengetahui, dan merasakan sendiri kerja nyata yang dilakukan.

Baca juga artikel beritanya  Respons Isu Kelangkaan, Kapolres Bener Meriah Cek Langsung Ketersediaan BBM dan Pastikan Stok Aman

Karena itu, mari kita perkuat kembali gerakan zakat di Kabupaten Bener Meriah melalui Baitul Mal.

Bukan karena kami telah sempurna, tetapi karena pengelolaan zakat secara kelembagaan memiliki peluang untuk memberikan manfaat yang lebih terencana, lebih luas, dan lebih merata.

Pada akhirnya, siklus zakat harus berjalan dengan baik:
Muzaki menunaikan kewajibannya.

Baitul Mal menjaga amanahnya.
Mustahik menerima haknya.
Masyarakat merasakan manfaatnya.

Keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata diukur dari berapa banyak zakat yang berhasil dihimpun.
Lebih dari itu, keberhasilan harus diukur dari seberapa besar kepercayaan yang berhasil dibangun dan seberapa nyata perubahan yang dirasakan oleh para mustahik.

Mari tunaikan zakat melalui Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah.
Sebab zakat yang kita tunaikan hari ini bukan hanya tentang memenuhi kewajiban, tetapi juga tentang ikhtiar bersama untuk membangun umat yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *