Jumat Berkah Sat Lantas: Aksi Humanis Cegah Pelanggaran, Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas

PIDIE JAYA Nasionaljurnalis.com

Dalam upaya menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Pidie Jaya kembali menggelar kegiatan Jumat Berkah pada Jumat, 11 April 2025.

Aksi sosial dan edukatif ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pidie Jaya, AKP Mahruzar Haryadi, dan menyasar tidak hanya pengguna jalan di titik-titik keramaian lalu lintas, tetapi juga masyarakat yang berada di kawasan permukiman penduduk.

Baca juga artikel beritanya  Pos Pam Ketupat Seulawah 2025 Polres Pidie Jaya Amankan Lalu Lintas Meugang

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., melalui AKP Mahruzar Haryadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat di jalan raya, sekaligus bentuk pendekatan yang lebih humanis dalam membangun kesadaran kolektif.

“Keselamatan berkendara bukan sekadar tanggung jawab pribadi, tetapi komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Melalui pendekatan edukatif seperti ini, kami harap masyarakat lebih paham dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” ungkap AKP Mahruzar kepada media.

Baca juga artikel beritanya  Operasi Lilin Seulawah 2024: Polres Pidie Jaya Tingkatkan Keamanan di Pantai Wisata Tringgadeng

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas aktif memberikan penyuluhan kepada para pengendara mengenai pentingnya menggunakan helm, mematuhi rambu-rambu, serta tidak bermain ponsel saat mengemudi.

Sosialisasi juga dilakukan kepada warga di pemukiman untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di lingkungan tempat tinggal mereka.

Edukasi ini mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca juga artikel beritanya  3.000 Sak Beras Murah Disalurkan Polres Pidie Jaya di Bandar Dua dan Jangka Buya

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini turut diwarnai dengan pembagian makanan dan minuman kepada pengendara dan warga, menciptakan suasana interaksi yang hangat dan positif antara polisi lalu lintas dan masyarakat.

“Pendekatan persuasif akan jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran. Harapannya, angka pelanggaran dan kecelakaan bisa ditekan, serta terwujud budaya lalu lintas yang lebih disiplin,” tutup AKP Mahruzar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *