Secangkir Kopi Dingin Satukan Polisi, Mahasiswa, dan Ojol di Medan Ditengah Unjuk Rasa

Medan.Nasionaljurnalis.Com

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti halaman depan Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (30/8/2025). Di tengah dinamika aksi yang berlangsung, personel Polda Sumut bersama Polrestabes Medan menghadirkan pendekatan berbeda dengan merangkul komunitas ojek online (ojol) dan mahasiswa untuk duduk bersama sambil menikmati kopi dingin.

Momen sederhana ini justru melahirkan makna mendalam. Senyum dan canda tawa tampak jelas di wajah para mahasiswa, pengemudi ojol, maupun personel kepolisian yang larut dalam obrolan ringan. Gelas-gelas kopi dingin yang tersaji menjadi simbol kesejukan dan persaudaraan, menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah, melainkan tetap bersatu dalam semangat kebangsaan.

Baca juga artikel beritanya  Rutan Kelas I Medan Terima Sertifikat Halal untuk Produk Tempe dan Dapur Sehat dari BPJPH Kementerian Agama

Tidak sekadar hadir sebagai pengaman, polisi juga menunjukkan wajah humanisnya. Dengan penuh keakraban, mereka menyampaikan pesan damai: “Kita semua adalah keluarga besar Sumatera Utara. Mari jaga suasana dengan hati yang sejuk, damai, dan penuh persaudaraan.”

Baca juga artikel beritanya  Buat Dumas Palsu,Tim Hukum Cabup Madina Akan Melaporkan Henri Nasution

Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han, yang turut hadir dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kebersamaan antara aparat dan masyarakat. “Kehadiran Brimob bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi sahabat masyarakat. Dengan kebersamaan seperti ini, kita bisa menjaga Sumatera Utara tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.

Baca juga artikel beritanya  Ibu dan anak dibawah umur diduga korban pengeroyokan aprat desa 

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol No. 5, Medan Petisah, ini menjadi bukti bahwa dialog, kepedulian, dan kebersamaan mampu meredam ketegangan. Secangkir kopi dingin yang dibagi bersama tidak hanya menyegarkan raga, tetapi juga menghangatkan hati, menyatukan aparat, mahasiswa, dan ojol dalam bingkai persaudaraan.

( JULHADI )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *