
Aceh Singkil, Medianasionaljurnalis.com. salah satu ASN Aceh Singkil Kembali Jadi Polemik dikalangan Masyarakat Aceh Singkil, dalam aksi demonstrasi desak pengesahan APBK 2026 di depan kantor DPRK Aceh Singkil pada 2 Maret 2026 terus bergulir. DPRK kini mencurigai adanya pihak berkepentingan yang menunggangi aksi tersebut
Kecurigaan itu menguat setelah Putri Zuliana diketahui hadir dalam aksi tersebut. Padahal, ia berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Aturan ASN menggelar demo atau mengkritisi Kebijakan Dimuka umum Hal tersebut diatur dalam UU No 30 tahun 2014 dan peraturan pemerintah PP No 68 tahun 2002 demo ASN tidak boleh kerena aturan melarang
“Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil Wartono mengatakan kehadiran Putri Zuliana dalam aksi itu menimbulkan tanda tanya besar. Menurutnya, jika ASN turun ke jalan memperjuangkan isu kesejahteraan pegawai seperti gaji yang belum dibayar, hal itu mungkin masih bisa dipahami.
“Kalau dia ikut demo karena memperjuangkan kesejahteraan ASN, misalnya gaji tidak dibayar, mungkin masih bisa dimaklumi,” kata Wartono dalam RDP bersama BKPSDM Aceh Singkil, Jumat (6/3/2026).
Namun dalam kasus ini, isu yang diangkat adalah desakan pengesahan APBK 2026 serta polemik hak interpelasi DPRK, yang menurutnya tidak memiliki kaitan dengan tugas Putri Zuliana sebagai ASN.
“Ini persoalannya hak interpelasi DPRK dan pengesahan APBK. Tidak ada korelasinya atau dengan kata lain tidak nyambung,” ujarnya.
Wartono juga menyoroti fakta bahwa suami Putri Zuliana, Ridwan Zain, diketahui menjadi orator dalam aksi tersebut bahkan berperan sebagai koordinator penggerak massa.
Dalam aksi itu, Putri Zuliana disebut ikut membagikan pita kuning kepada para demonstran.
“Wajar kalau ada yang menunggangi aksi itu. Bisa saja ada orang kuat di Aceh Singkil di belakangnya,” kata Wartono.
Ia menilai kasus ini akan menjadi ujian bagi BKPSDM dalam menegakkan disiplin ASN.
Di sisi lain, Wartono menegaskan DPRK tetap fokus pada kepentingan masyarakat Aceh Singkil, termasuk dalam proses pembahasan APBK 2026.
“Langkah politik kami di DPRK ini demi kepentingan rakyat Aceh Singkil. Tahapan pengesahan APBK tetap berjalan,” katanya.
Namun ia menduga aksi demonstrasi tersebut muncul karena ada pihak tertentu yang merasa terganggu dengan dinamika politik yang sedang berlangsung.”tutupnya
*Kaperwil Aceh.M.Yantoro



