Pidie Jaya Nasionaljurnalis.com
Masyarakat Desa Kampung Alue, Kecamatan Bandar Baru, mengeluhkan kondisi akses jalan desa yang semakin memprihatinkan, terutama saat memasuki musim panen padi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan utama sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang menjadi penghubung menuju pusat kecamatan kini dalam kondisi rusak parah.
Selain sempit, badan jalan dipenuhi lubang sehingga sulit dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Akses tersebut merupakan jalur vital bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Kondisi ini dinilai sangat menghambat mobilitas dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Mursidi, salah seorang warga Desa Kampung Alue, menyampaikan kepada media ini pada Minggu (05/04/2026) bahwa keluhan terkait jalan tersebut sudah berlangsung lama namun belum mendapat penanganan.
“Kalau musim panen seperti sekarang, kami sangat kesulitan membawa hasil pertanian. Jalan sempit dan rusak, kendaraan sering terhambat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, saat musim kemarau, debu tebal dari jalan tersebut sangat mengganggu kesehatan warga, khususnya pengguna jalan yang setiap hari melintas.
“Kalau musim panas, debunya sangat tebal. Ini sangat mengganggu, apalagi bagi anak-anak dan pengendara,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Kampung Alue. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sekaligus melebarkan akses jalan tersebut.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan sangat penting, tidak hanya untuk menunjang sektor pertanian, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat desa.
Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga sangat berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan anak-anak sekolah.
Setiap hari, para siswa harus melewati jalan berlubang dan berdebu saat berangkat maupun pulang sekolah, yang berisiko menyebabkan kecelakaan serta mengganggu proses belajar mereka.
Salah seorang orang tua siswa, Rahmawati, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut.
“Kami sebagai orang tua sangat khawatir. Anak-anak harus melewati jalan rusak setiap hari. Kalau hujan licin, kalau panas berdebu.
Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak kami ke sekolah,” ungkapnya.
Di lapangan, kondisi ini terlihat jelas ketika seorang warga paruh baya harus bersusah payah mengangkut hasil bumi seperti ubi, pisang, kelapa, serta sayur-mayur menggunakan sepeda.
Ia tampak kesulitan melintasi jalan berlubang saat hendak menuju pasar pagi di kawasan kecamatan.
Warga berharap aspirasi ini segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar akses jalan yang layak, aman, dan nyaman, termasuk bagi anak didik yang menempuh perjalanan ke sekolah, dapat segera terwujud.













