Lokakarya Peningkatan Kapasitas Pengelola Tempat Pengungsian Resmi Dibuka Kadis Sosial

Mnj.com Bener Meriah, Rabu 22 April 2026

Kegiatan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Pengelola Tempat Pengungsian secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Hasyimi IB, S.K.M., M.Kes, yang berlangsung di Mess Pemda, Kecamatan Bukit.

Dalam sambutannya, Kadis Sosial Hasyimi IB menyampaikan bahwa pengelolaan tempat pengungsian yang baik sangat penting dalam penanganan bencana, khususnya dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kebutuhan dasar para pengungsi.

Baca juga artikel beritanya  Kapolres Dampingi Tim Supervisi Polda Aceh Melakukan Pengecekkan Pos Ketupat di Bener Meriah

“Pengelola tempat pengungsian harus memiliki kapasitas yang memadai, baik dari segi manajemen, koordinasi, maupun pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan kita bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Human Initiative (H.I), yakni Muhammad Kaimuddin, Nasharuddin, serta Riyanti (Riri), yang memberikan materi terkait penguatan kapasitas, standar pengelolaan pengungsian, serta koordinasi lintas sektor dalam situasi darurat.

Baca juga artikel beritanya  Camat dan Seluruh Reje Kecamatan Timang Gajah Hadiri "Jumat Curhat" Kapolres Bener Meriah

Lokakarya ini diikuti oleh sebanyak 36 peserta yang terdiri dari berbagai unsur terkait.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari BNPB, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Bedel Blang Rakal, Didi Kusmana.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan berbagi pengalaman antar peserta, guna memperkaya wawasan serta mencari solusi atas berbagai tantangan di lapangan.

Baca juga artikel beritanya  Dukung Posyandu: Prajurit Kodim 0119/BM Turun Ke Desa Binaan

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan tempat pengungsian yang lebih terstruktur, responsif, dan berkelanjutan, sehingga penanganan korban bencana dapat dilakukan secara optimal dan humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *