SIMEULUE .Medianasionaljurnalis.Com— Di tengah tekanan keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran daerah, langkah sejumlah anggota DPRK Simeulue yang tetap melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di Bandung menuai sorotan. Kritik pun mengemuka, tidak hanya dari publik, tetapi juga dari kalangan aktivis mulai yang menanggapi dengan serius. Kamis 7 mei 2026
Koordinator Pemuda pembaca dan penggerak Simeulue (P3S) ,Faji Amin, S.IP, secara terbuka menyindir sikap para legislator tersebut. Ia menilai, keputusan itu mencerminkan pendekatan yang terlalu rasional, namun tidak mengedepankan empati terhadap kondisi masyarakat.
“Ini seperti hanya mengandalkan pikiran, tapi tidak dengan perasaan. Dalam situasi fiskal yang terbatas, seharusnya ada sensitivitas terhadap prioritas kebutuhan rakyat,” ujar Faji.
Menurutnya, kebijakan perjalanan dinas semacam itu sah secara administratif, namun menjadi problematik ketika tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang sedang digaungkan. Terlebih, masyarakat di daerah masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga kesejahteraan ekonomi.
Faji juga menekankan bahwa legitimasi moral seorang wakil rakyat tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kepekaan terhadap situasi sosial. “Rakyat tidak hanya menilai apa yang legal, tapi juga apa yang pantas,” tambahnya.
Sorotan ini semakin relevan mengingat pemerintah daerah tengah berupaya melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor. Kebijakan penghematan yang diterapkan di satu sisi, dinilai menjadi kontradiktif jika di sisi lain masih terdapat kegiatan yang dianggap tidak mendesak atau seperti bimtek yang dapat di laksanakan di daerah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPRK Simeulue. Namun, polemik ini dipastikan akan menjadi perhatian publik dalam waktu dekat, sekaligus menguji sejauh mana komitmen wakil rakyat dalam menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan lainnya.













