Aceh Singkil. MNJ. protes salah satu mewakili warga terhadap aktivitas Pabrik Sawit PT Nafasindo Aceh Singkil, Rabu (21/05).
Salah Satu Warga merasa kecewa yang selama ini terus menumpuk. Warga mengaku sudah terlalu lama hidup berdampingan dengan bau menyengat dari aktivitas pabrik yang diduga mencemari udara lingkungan permukiman didaerah pinggiran Sungai Yang Merupakan akses kebutuhan warga setempat
“Kami hidup tiap hari menghirup bau busuk. Pagi bau, malam bau. Anak-anak dan orang tua jadi terganggu. Kami bukan anti perusahaan, tapi jangan rakyat dijadikan korban,” ungkap Aliman
Permukiman Diduga Terlalu Dekat dengan Pabrik. Warga menilai keberadaan pabrik yang terlalu dekat dengan pemukiman menjadi sumber utama persoalan. Bau menyengat dari pengolahan dan CPO asam tinggi disebut masuk ke rumah-rumah warga,
Tak hanya polusi udara, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan desa yang semakin rusak akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan. Jalan yang sebelumnya digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari kini dipenuhi lubang dan debu akibat lalu lalang truk pengangkut.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dampak lingkungan serta tonase kendaraan yang melintas di jalan desa.
“Kalau dibiarkan terus begini, masyarakat yang menderita. Jalan rusak, udara tercemar, sementara kami tidak merasakan manfaat yang jelas,” kata warga lainnya.”M.Yantoro

