Banda Aceh Mnj.com
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (GAMIES) Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, menegaskan bahwa peningkatan literasi digital merupakan kunci utama untuk mempercepat transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh.
Ia menargetkan tingkat digitalisasi UMKM di provinsi tersebut dapat melonjak hingga 65-70 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan, Senin (24/08/2026).
Saat ini, Adhifatra memperkirakan tingkat digitalisasi UMKM Aceh masih berada pada kisaran 15 hingga 25 persen.
Kondisi ini dinilainya masih timpang, di mana perkembangan digitalisasi baru terlihat di sejumlah kota besar seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Langsa, sementara wilayah kabupaten dan desa masih tertinggal .
“Di kota-kota sudah mulai bergerak ke arah digital, tetapi di luar kota masih cukup tertinggal. Kendala utamanya adalah literasi digital yang masih rendah,” ujar Adhifatra dalam sebuah dialog ekonomi digital beberapa waktu lalu .
Untuk mencapai target tersebut, GAMIES Aceh memfokuskan program pendampingan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital.
Mulai dari penggunaan telepon pintar, media sosial, hingga pemasaran melalui platform digital . Menurutnya, banyak produk unggulan Aceh, terutama di sektor kopi, kuliner, fesyen, dan kerajinan, sebenarnya memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional, namun terkendala promosi digital yang belum optimal .
Adhifatra menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi UMKM agar tetap kompetitif.
Transformasi ini tidak hanya sebatas berjualan di media sosial, tetapi juga mencakup pengelolaan usaha yang lebih modern, seperti pencatatan keuangan digital, strategi promosi berbasis data, dan pelayanan pelanggan .
“UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar pelaku usaha tetap kompetitif dan mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun nasional,” tegasnya .
Langkah konkret yang telah dilakukan GAMIES antara lain adalah meluncurkan platform Safinvoice untuk membantu pelaku UMKM membuat dokumen transaksi profesional secara digital .
Organisasi ini juga rutin menggelar webinar dan pelatihan, termasuk yang membahas pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk pengembangan bisnis, guna memastikan UMKM Aceh siap menghadapi era ekonomi digital .













