Mnj.com, — Bener Meriah —
Penanganan perkara dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang sebelumnya sempat viral di media sosial kini memasuki tahapan baru. Penyidik Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bener Meriah menyerahkan berkas perkara tahap I kepada Kejaksaan Negeri Bener Meriah, Rabu (2/9/2026).
Perkara tersebut merupakan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang terjadi di Desa Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Perkara ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP-B/47/VIII/2026/SPKT/POLRES BENER MERIAH/POLDA ACEH, tanggal 23 Agustus 2026.
Penyerahan berkas perkara tahap I tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan Unit IV PPA Satreskrim Polres Bener Meriah untuk selanjutnya diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum.
Dalam perkara tersebut, penyidik sebelumnya telah menetapkan dua pelajar sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Karena para pihak yang terlibat masih berusia anak.
proses penanganannya dilakukan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K.,M.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Julpandi, S.E., M.H. mengatakan, penyerahan berkas perkara tahap I merupakan bagian dari proses hukum yang dilakukan penyidik secara profesional dan sesuai prosedur.
“Penyerahan berkas perkara tahap I ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang telah dilakukan. Selanjutnya penyidik akan menunggu penelitian dari Jaksa Penuntut Umum dan memenuhi apabila masih terdapat petunjuk untuk melengkapi berkas perkara,” ujar Iptu Julpandi.
Sebelumnya, penyidik telah melakukan serangkaian tindakan penyidikan, di antaranya memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara. Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian yang digunakan saat kejadian serta rekaman video yang tersimpan pada telepon seluler.
Perkara tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Kendati demikian, dalam proses penanganan maupun pemberitaan, Polres Bener Meriah tetap memperhatikan ketentuan perlindungan terhadap anak, termasuk menjaga identitas serta informasi pribadi anak yang terlibat dalam perkara.
Polres Bener Meriah menegaskan bahwa proses hukum terhadap perkara tersebut masih berjalan. Setiap tahapan dilakukan secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, perlindungan terhadap anak, serta asas praduga tak bersalah.

Dengan diserahkannya berkas perkara tahap I kepada Jaksa Penuntut Umum, penyidik selanjutnya menunggu hasil penelitian jaksa dan akan menindaklanjuti setiap petunjuk yang diberikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Mnj.com ( Jauhari M Yunud CFLE )













