Adhifatra Agussalim: Pentingnya Pers dalam mengembangkan UMKM Di Indonesia

Banda Aceh  mnj.com

Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 3 Mei 2026, Ketua DPW Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera Provinsi Aceh, Adhifatra Agussalim, menyampaikan pandangannya terkait peran strategis pers dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Aceh, Minggu (03/05/2026).

Menurutnya, kebebasan pers bukan hanya menjadi pilar demokrasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat.

Pers yang independen dan bertanggung jawab dinilai mampu menjadi jembatan informasi, edukasi, sekaligus promosi bagi pelaku usaha lokal agar lebih dikenal luas.

Baca juga artikel beritanya  Wakapolda Aceh Hadiri Pembukaan Semarak Ramadhan Kodam IM

Adhifatra menegaskan bahwa UMKM di Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama jika didukung oleh publikasi yang positif, transparan, dan membangun.

“Pers memiliki kekuatan untuk mengangkat kisah-kisah inspiratif pelaku UMKM, membuka akses pasar, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengaitkan peran pers dengan penguatan ekonomi kreatif yang saat ini menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui pemberitaan yang inovatif dan edukatif, pers dapat mendorong lahirnya ide-ide kreatif, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam berkarya.

Baca juga artikel beritanya  Kapolda Aceh Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama dan Dua Kapolres

Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, Adhifatra juga menekankan pentingnya pers sebagai agen perubahan sosial. Informasi yang akurat dan berimbang dapat meningkatkan literasi masyarakat, memperkuat partisipasi publik, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Ia juga menyoroti relevansi kebebasan pers dengan pengembangan ekonomi syariah dan ekonomi kerakyatan di Aceh.

Menurutnya, pers dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam menyosialisasikan prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti keadilan, transparansi, dan keberkahan dalam berusaha. Hal ini sejalan dengan upaya membangun sistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada nilai-nilai kemaslahatan bersama.

Baca juga artikel beritanya  Kapolda Aceh: Olahraga Menembak dapat Melatih Fokus

 

“Momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia ini harus menjadi pengingat bahwa pers yang merdeka dan profesional adalah mitra strategis dalam membangun ekonomi rakyat. Dengan sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat, kita optimis UMKM dan ekonomi kerakyatan Aceh akan semakin maju dan berdaya saing,” tutup Adhifatra.

Peringatan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi refleksi bersama akan pentingnya menjaga kebebasan pers demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *